KITAINDONESIASATU.COM – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) kembali mengumumkan penutupan sementara salah satu jalur pendakian. Penutupan ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan serta memperbaiki fasilitas di sepanjang jalur. Kali ini, jalur yang ditutup adalah rute Pelawangan Sembalun menuju dan dari Danau Segara Anak—area yang sebelumnya menjadi lokasi kecelakaan beruntun.
Pengumuman resmi ini disampaikan BTNGR pada Jumat, 18 Juli 2025 melalui akun Instagram @btn_gn_rinjani.
“Dalam rangka peningkatan keselamatan dan kualitas fasilitas pendakian, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menutup sementara jalur Pelawangan Sembalun menuju dan dari Danau Segara Anak,” tulisnya.
“Penutupan ini dilakukan terkait perbaikan jalur pada titik koordinat -8.389789, 116.440320, lokasi yang sebelumnya menjadi titik kecelakaan beruntun,” sambungnya.
Diketahui, dua pendaki mengalami insiden tragis di lokasi tersebut: Benedikt Emmenegger dari Swiss (16 Juli 2025) dan Sarah Tamar van Hulten asal Belanda (17 Juli 2025).
Untuk sementara, BTNGR menghentikan pemesanan tiket pendakian di jalur tersebut. Namun, bagi pendaki yang telah memiliki tiket lewat aplikasi eRinjani tetap bisa mendaki, namun dengan rute yang disesuaikan.
“Bagi pendaki yang sudah memiliki tiket melalui aplikasi eRinjani tetap dilayani, dengan penyesuaian rute,” katanya.
BTNGR juga memberikan jalur alternatif sebagai opsi menuju puncak Rinjani. Jalur ini mencakup rute:
“Jalur alternatif yang masih dapat diakses pendaki: – Senaru – Pelawangan Senaru – Danau – Torean – Sembalun – Pelawangan Sembalun – Puncak,” jelasnya.
“Keselamatan pengunjung adalah prioritas kami. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama semua pihak,” tambahnya.
Hingga kini, pihak BTNGR belum menginformasikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perbaikan jalur tersebut. (*)

