KITAINDONESIASATU.COM – Operasional haji Indonesia tahun 1446 H/2025 M resmi ditutup usai kloter terakhir mendarat pada 11 Juli 2025. Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyatakan dengan penuh syukur bahwa seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berlangsung sukses dan penuh terobosan bersejarah.
Selama 72 hari operasional sejak 1 Mei 2025, lebih dari 203 ribu jemaah diberangkatkan ke Arab Saudi dalam 525 kloter penerbangan. Fase pemberangkatan dan pemulangan terbagi dalam dua gelombang, dengan ratusan ribu jemaah kembali ke tanah air melalui Jeddah dan Madinah. Tak hanya itu, tingkat partisipasi dan pelayanan tahun ini dinilai terbaik dalam sejarah.
“Alhamdulillah seluruh tahapan operasional haji tahun ini berjalan sukses. Kita bersyukur, semua tantangan dan dinamika yang terjadi, bisa diatasi dengan baik oleh PPIH Arab Saudi,” ujar Menag, dalam keterangan resminya, Selasa, 15 Juli 2025.
Disebutkan bahwa sebanyak 99,29% jemaah haji regular asal Indonesia melaksanakan haji tamattu’, 0,66% haji ifrad, dan 0,04% melaksanakan haji qiran. Ada 10.141 (4,99%) jemaah haji yang melaksanakan Tarwiyah dalam rangkaian puncak haji. Sebanyak 34 jemaah mengikuti safari wukuf yang dilaksanakan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 495 jemaah mengikuti safari wukuf khusus lansia dan disabilitas. Selain itu, ada 334 jemaah yang dibadalhajikan, terdiri atas 159 jemaah badal wafat, 175 badal sakit di RS Arab Saudi.
Saat ini ada 40 jemaah haji Indonesia yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Sementara proses pencarian terhadap tiga jemaah (Nurimah Mentajim, Sukardi, dan Hasbullah) yang belum ditemukan juga terus dilakukan.
Selain itu, hingga akhir masa operasional, tercatat ada 447 jemaah haji Indonesia yang wafat, terdiri atas 435 jemaah haji reguler dan 12 jemaah haji khusus.
Formula 5BPH
Menag menjelaskan, sukses haji 2025, diwarnai dengan lima terobosan baru (5B) dan lima pengembangan/progresifitas (5P). Beragam dinamika yang terjadi dan berhasil diatasi kemudian dirumuskan dalam lima harapan (5H) untuk peningkatkan kualitas haji di masa mendatang. Hal ini disederhanakan dalam formula 5B-5P-5H atau 5 BPH.
a. Lima Inovasi Baru (5B)
Ada lima hal baru yang dilakukan dalam operasional haji 2025. Kelima hal ini dilakukan sebagai ijtihad untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah haji Indonesia, kelima tersebut adalah:
- Penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
- pencegahan praktik monopoli.
- Publikasi awal daftar jemaah haji khusus yang berhak melunasi.
- Pembayaran Dam melalui Adahi dan Baznas.
- Pelibatan tiga maskapai penerbangan dalam layanan transportasi udara jemaah haji.
b. Lima Hal Progresif (5P)
Selain inovasi baru, Kemenag juga melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas layanan penyelenggaraan haji 1446 H. Disebut sebagai progressif karena lima hal ini sudah dilakukan pada tahun lalu dan ditingkatkan pada 2025.
- Peningkatan ekosistem ekonomi haji.
- Pengembangan skema murur.
- Kawal Haji sebagai sistem pelaporan respons cepat.
- Fast Track pada tiga Embarkasi di Indonesia.
- Pengembangan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
c. Lima Harapan (5H)
Tugas nasional penyelenggaraan ibadah haji 2025 adalah kali terakhir diemban Kementerian Agama. Pemerintah melalui Peraturan Presiden No 154 tahun 2024 telah membentuk Badan Penyelenggara Haji. Saat ini juga sedang berproses perubahan UU No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Sejalan dengan itu, ada lima harapan yang disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar:
- Percepatan penyiapan regulasi haji.
- Percepatan proses transisi.
- Transformasi layanan haji yang responsif dan adaptif di Arab Saudi.
- Penguatan komitmen istitha’ah Kesehatan
- Mewujudkan haji yang berdampak, baik secara spiritual, sosial, maupun ekonomi.
Menag Ucapkan Terima Kasih
Dalam kesempatan ini, Menag menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang terus memberiken bimbingan, arahan, dan juga keberpihakan.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Arab Saudi atas segala kemudahan dan sinergi dalam ikhtiar bersama memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.
“Kami juga sampaikan apresiasi kepada DPR RI, khususnya Komisi VIII dan Timwas Haji. Sinergi efektif selama ini telah melahirkan beragam terobosan dan progresivitas dalam peningkatan kulitas layanan kepada jemaah,” ujar Menag. (*)




