KITAINDONESIASATU.COM – Kabar duka menyelimuti dunia diplomasi Indonesia dengan berpulangnya Arya Daru Pangayunan, seorang PNS muda berbakat dari Kementerian Luar Negeri, yang ditemukan meninggal dunia di tempat kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa 8 Juli 2025 pagi. Kepergian Arya secara mendadak ini mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan dan kolega yang mengenalnya sebagai pribadi berdedikasi dan penuh potensi.
Arya Daru Pangayunan dikenal sebagai sosok yang cerdas dan memiliki rekam jejak akademis yang cemerlang. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada sudah 14 tahun mengabdi di Kemenlu tepatnya pada 2011.
Ia dikenal memiliki semangat tinggi untuk membawa nama baik bangsa di kancah internasional. Kiprahnya yang relatif singkat namun penuh antusiasme telah menorehkan kesan mendalam bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya.
Sepanjang kariernya, Arya pernah bertugas di sejumlah kedutaan besar Indonesia, termasuk sebagai staf di Kedutaan Besar RI di Yangon (2011-2013), Third Secretary Fungsi Politik di KBRI Dili (2018-2020), dan Second Secretary Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya di KBRI Buenos Aires (2020-2022).
Terakhir, ia menjabat sebagai diplomat ahli muda di Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu. Rencananya ia akan ditugaskan di Finlandia, namun takdir berkata lain karena ditemukan tewas secara tragis di kosnya. Arya meninggalkan seorang istri dan dua anak.
Saat ini, petugas Polsek Menteng bersama Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian Arya.
Kepergian Arya Daru Pangayunan menjadi kehilangan besar bagi Kemenlu dan negara, yang kehilangan salah satu talenta terbaiknya di usia muda.
Kapolsek Menteng, Komisaris Rezha Rahandhi, menyatakan korban berinisial ADP (39) adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kemenlu yang berasal dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Namun, penyebab kematian Arya belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain maupun barang yang hilang.

