Viral

Viral! Siswa Kritik Sekolah Lewat Puisi Tajam ‘Guru Lebih Betah di Parkiran daripada di Depan Papan Tulis’

×

Viral! Siswa Kritik Sekolah Lewat Puisi Tajam ‘Guru Lebih Betah di Parkiran daripada di Depan Papan Tulis’

Sebarkan artikel ini
Viral! Siswa Kritik Sekolah Lewat Puisi Tajam 'Guru Lebih Betah di Parkiran daripada di Depan Papan Tulis'
Viral! Siswa Kritik Sekolah Lewat Puisi Tajam 'Guru Lebih Betah di Parkiran daripada di Depan Papan Tulis'

KITAINDONESIASATU.COM – Media sosial kembali diramaikan oleh video viral yang menampilkan keberanian seorang siswa dalam menyampaikan kritik secara terbuka. Dikutip dari unggahan akun TikTok @jendela_indonesia_0, siswa tersebut menyuarakan keresahannya kepada pihak sekolah melalui untaian puisi tajam dan menyentuh.

“Deklarasi anti rokok, cuma formalitas. Nyata-nyatanya asap rokok kretek menari di kloset belakang,” ujar siswa sekolah itu dalam video berdurasi 41 detik yang merekam aksinya di atas panggung kecil di luar ruangan.

Meski sederhana, suara sang siswa terdengar lantang dan penuh makna. Ia menyoroti sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman dan mendidik, namun justru dipenuhi kemunafikan simbolik.

“Sekolah identik warna biru, katanya biar adem padahal panasnya dari dalam,” lanjutnya, menyentil kondisi internal sekolah.

Ia juga mempertanyakan program gizi gratis yang tak kunjung terlaksana, menyebutnya sebagai jargon semata. Kritik yang paling menyita perhatian publik datang ketika siswa itu menyampaikan:

“Guru lebih betah di parkiran daripada di depan papan tulis,”

Pernyataan ini langsung viral di TikTok dan memicu diskusi netizen yang merasa punya pengalaman serupa di sekolah mereka masing-masing.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung fungsi ruang BK (Bimbingan Konseling) yang menyimpang dari tujuan awalnya:

“Ruang BK dijadikan ruang studio live TikTok,” ucapnya, diiringi sorakan dari penonton.

Aksi kritis ini menuai banyak pujian. Salah satu netizen menulis:

“jujur aku sebagai pendidik , salut dengan anak ini, punya daya pikir kritis ,karena kenyataan memang seperti itu ,lanjutkan King.”

Siswa tersebut pun kini disebut sebagai simbol keberanian pelajar Indonesia, mewakili suara yang selama ini jarang terdengar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *