KITAINDONESIASATU.COM – Kasus dugaan keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat, kali ini menimpa sejumlah siswa di SMPN 8 Kupang, Nusa Tenggara Timur. Meski insiden ini terjadi, program MBG tetap berjalan guna mendukung asupan gizi siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Muncul kabar bahwa sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah tersebut untuk menuntut keadilan setelah anak-anak mereka diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program MBG. Di media sosial, warganet ramai-ramai menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ini oleh Badan Gizi Nasional.
“Perlu direview ulang Program ini!,” ucap X @WebyWiguna18.
Sebagian pihak bahkan menuding program MBG sarat kepentingan dan hanya menguntungkan kelompok tertentu.
“MBG cuma Memperkaya Pejabat & Vendor yg terlibat didalamnya,” tambahnya.
Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak orang tua siswa menyuarakan kemarahan kepada pihak sekolah karena anak mereka diduga keracunan.
“Tanggung jawab sakaluarga dehh,” ucap ortu murid.
Insiden ini turut memicu kehadiran aparat keamanan yang mencoba menenangkan situasi di SMPN 8 Kupang. Beberapa siswa yang terdampak langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tak hanya menuntut tanggung jawab, para orang tua juga mendesak agar penyalur makanan MBG segera diamankan.
“Bapak tolong tangkap ini dulu, orang yang menyalurkan (makanan),” tegas ortu murid. (*)


