Viral

Viral di Media Sosial Warga Asahan Gali Mangga Ilegal Thailand yang Telah Dimusnahkan dengan Bakteri Pembusuk

×

Viral di Media Sosial Warga Asahan Gali Mangga Ilegal Thailand yang Telah Dimusnahkan dengan Bakteri Pembusuk

Sebarkan artikel ini
Warga gali mangga ilegal
Warga gali mangga ilegal yang telah dimusnahkan di Asahan (IG@fakta.indo)

Kepala Karantina Tanjungbalai Asahan, Domu Sinaga, menegaskan bahwa cairan EM4 yang digunakan dalam proses pemusnahan mengandung bakteri yang berbahaya jika masuk ke tubuh manusia.

“Cairan EM4 digunakan untuk mempercepat pembusukan dan mencegah biji tumbuh kembali. Mengandung bakteri yang tidak layak dikonsumsi dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan,” tegasnya.

Menurut data terbaru, EM4 memang bermanfaat untuk pertanian dan pengelolaan limbah, namun jika digunakan tidak sesuai, cairan ini dapat menyebabkan iritasi kulit, masalah pernapasan, hingga kontaminasi makanan yang berpotensi memicu keracunan dan gangguan pencernaan serius.

Baca Juga  Kapolres Metro Depok Beri Motor dan Modal Usaha kepada Pedagang Es Gabus yang Sempat Viral

Bakteri dalam EM4 juga bisa menimbulkan reaksi alergi, infeksi, bahkan masalah kesehatan jangka panjang jika tertelan melalui makanan yang tercemar.

Respons dan Imbauan Pihak Berwenang

Aksi warga yang mengambil mangga ilegal ini sangat disayangkan oleh aparat dan warganet.

Padahal, pihak karantina dan Bea Cukai telah berulang kali mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil buah hasil pemusnahan, mengingat risiko kesehatan yang serius.

“Sangat disayangkan. Mangga itu sudah dimusnahkan sesuai SOP dengan cairan pembusuk. Bila dikonsumsi bisa berdampak buruk bagi kesehatan,” ujar Kasi Penindakan dan Penyidikan, M. Fahmi.

Baca Juga  Pegawai KAI Difitnah Mesra di Ruang Tunggu, Tweetnya Hilang Setelah Dapat Hujatan Publik

Warganet pun ramai-ramai mengingatkan bahaya konsumsi mangga yang telah tercemar bahan kimia dan bakteri. Banyak yang khawatir aksi ini akan berujung pada kasus keracunan massal, apalagi jika mangga tersebut beredar kembali di pasar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *