Kepala Karantina Tanjungbalai Asahan, Domu Sinaga, menegaskan bahwa cairan EM4 yang digunakan dalam proses pemusnahan mengandung bakteri yang berbahaya jika masuk ke tubuh manusia.
“Cairan EM4 digunakan untuk mempercepat pembusukan dan mencegah biji tumbuh kembali. Mengandung bakteri yang tidak layak dikonsumsi dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan,” tegasnya.
Menurut data terbaru, EM4 memang bermanfaat untuk pertanian dan pengelolaan limbah, namun jika digunakan tidak sesuai, cairan ini dapat menyebabkan iritasi kulit, masalah pernapasan, hingga kontaminasi makanan yang berpotensi memicu keracunan dan gangguan pencernaan serius.
Bakteri dalam EM4 juga bisa menimbulkan reaksi alergi, infeksi, bahkan masalah kesehatan jangka panjang jika tertelan melalui makanan yang tercemar.
Respons dan Imbauan Pihak Berwenang
Aksi warga yang mengambil mangga ilegal ini sangat disayangkan oleh aparat dan warganet.
Padahal, pihak karantina dan Bea Cukai telah berulang kali mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil buah hasil pemusnahan, mengingat risiko kesehatan yang serius.
“Sangat disayangkan. Mangga itu sudah dimusnahkan sesuai SOP dengan cairan pembusuk. Bila dikonsumsi bisa berdampak buruk bagi kesehatan,” ujar Kasi Penindakan dan Penyidikan, M. Fahmi.
Warganet pun ramai-ramai mengingatkan bahaya konsumsi mangga yang telah tercemar bahan kimia dan bakteri. Banyak yang khawatir aksi ini akan berujung pada kasus keracunan massal, apalagi jika mangga tersebut beredar kembali di pasar. ***


