KITAINDONESIASATU.COM – Nama Indahkus selama ini lekat dengan dunia hiburan sebagai penyanyi, penari, hingga presenter. Namun di balik layar, ia juga seorang dokter umum lulusan Universitas Jenderal Achmad Yani. Baru-baru ini, pengakuannya tentang pengalaman bekerja sebagai tenaga medis membuat publik terkejut.
Dalam unggahan dan wawancara terbarunya, Indahkus menyebut bahwa saat bertugas di sebuah klinik, ia pernah hanya menerima bayaran Rp2.000 untuk satu pasien BPJS dan Rp5.000 untuk pasien umum. Ia menegaskan bahwa itu bukan honor bulanan, melainkan bayaran langsung per pasien yang ia tangani. Dengan jumlah pasien yang banyak dan risiko pekerjaan yang tinggi, angka itu jelas menyakitkan.
Pengakuan tersebut disampaikannya dalam program YouTube Yang Penting Ngobrol bersama Coki Pardede di kanal TEMA INDONESIA.
Saat membahas soal anggapan bahwa dokter itu identik dengan kekayaan, Indahkus menyampaikan,
“Ih dokter, kebanggaan Ibu! Wah, Masya Allah, tabarakallah, eh kayaknya kaya nih berarti nih jadi dokter.”
Namun, ia langsung menyanggah ekspektasi tersebut dengan,
“No, no, no, no, no,” dan mengungkap fakta yang membuat banyak orang kaget: “Pasien BPJS itu Rp 2 Ribu ke dokternya, pasien umum Rp 5 ribu.”
Profil Indahkus
Meskipun kini lebih aktif di industri hiburan, Indahkus tetap membawa pengalaman medisnya sebagai bagian dari identitas dan kepeduliannya. Ia pun sempat berkarier di Tiongkok pada 2023 dan dikenal sebagai sosok multitalenta serta poliglot.
Pernyataan Indahkus membuka diskusi baru soal rendahnya insentif bagi tenaga kesehatan, khususnya dokter umum yang bekerja di fasilitas tingkat pertama. Banyak netizen mengaku terkejut, mempertanyakan sistem yang membuat dokter dibayar jauh di bawah nilai kerja mereka—bahkan kurang dari harga segelas kopi.


