KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal, menjadi sorotan publik setelah berkomentar bahwa program MBG tidak memerlukan ahli gizi. Ucapan tersebut memicu respons dari berbagai pihak, termasuk Dokter Ahli Gizi, dr Tan Shot Yen.
Melalui unggahannya, Dokter Tan menjelaskan sejumlah bahaya yang dapat muncul jika MBG berjalan tanpa pendampingan ahli gizi. Ia menyebut, masalah pertama adalah kinerja SPPG yang bisa menurun dan berdampak pada tingkat kepercayaan publik. Seperti yang ia sampaikan, “Program unggulan nasional sudah jadi proyek. Pemilik SPPG makin serakah dan kinerja buruk, akhirnya tingkat kepercayaan rakyat makin nyungsep,” ungkapnya.
Ia juga menggambarkan SPPG tanpa tenaga ahli gizi sebagai situasi serupa pesawat yang terbang tanpa pilot. Ketidakhadiran ahli gizi dapat memunculkan kesan bahwa program tersebut gagal, yang akhirnya membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah turun.
Bukan hanya itu, tanpa pengawasan ahli gizi, SPPG disebut berpotensi tak terkendali, sehingga makanan ultra proses justru semakin banyak beredar.
Sebagai seorang profesional di bidang gizi, Dokter Tan merasa keberatan jika peran ahli gizi diremehkan, karena posisi mereka di SPPG sangat penting untuk memastikan kualitas pangan bagi anak-anak penerima MBG.
Di akhir pernyataannya, ia menyoroti pula adanya pekerja yang tidak sesuai tugas pokok dan fungsi dalam program tersebut
“Katanya buka lapangan kerja. Padahal yang kerja tidak sesuai tupoksi, ditekan dengan kekuasaan, marwah profesi hilang bersama tiran keserakahan dan kekuasaan,” tuturnya. (*)
