KITAINDONESIASATU.COM – Nama Brigadir Nurhadi kembali mencuat di media sosial setelah sebuah video yang diduga memperlihatkan detik-detik terakhir sebelum kematiannya beredar luas. Diketahui, Brigadir Nurhadi meninggal dunia pada 16 April lalu di sebuah vila yang terletak di Gili Trawangan, Lombok.
Kematian Nurhadi sendiri bukan tanpa kontroversi. Ia diduga tewas akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dua atasan sekaligus perwira polisi, yakni Kompol YPM, Ipda GA, serta seorang wanita berinisial M. Kasus ini sempat tenggelam, namun kembali menjadi perbincangan setelah sebuah unggahan dari akun Twitter @mdy_asmara1701 pada 8 Juli 2025 memperlihatkan video berdurasi 15 detik.
Dalam video tersebut terlihat sebuah kolam renang, dan sosok Brigadir Nurhadi tampak sedang merendamkan diri di dalamnya. Ia terlihat kesulitan bangun dari kolam, seolah-olah sedang menahan rasa sakit atau kelelahan luar biasa.
Video itu langsung menuai banyak komentar dari warganet yang turut merasa geram dan bersedih atas insiden tersebut. Akun @syaranza_ menulis, “Kenapa polisi-polisi Indonesia semakin sadis saja, pak Presiden @prabowo. Harus di rukyah 1 institusi.”
Sementara itu, akun @samcuan menyayangkan sikap orang-orang di sekitar korban yang tidak menolong: “Seperti sedang menahan sakit yang berat itu, tega yang menyaksikan dan membiarkan.”
Ada juga yang mempertanyakan kondisi Nurhadi saat itu, seperti yang ditulis akun @easymubarak25: “Apakah itu sudah tidak berdaya atau gimana ya? Kisahnya.”
Video ini menambah tekanan publik terhadap pengusutan kasus kematian Brigadir Nurhadi yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.


