KITAINDONESIASATU.COM – Belakangan ini, Museum 798 Beijing menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial setelah muncul isu mengejutkan yang menyebutkan bahwa tempat tersebut digunakan untuk menyembunyikan mayat manusia. Bahkan, beredar kabar bahwa aktor terkenal Yu Menglong termasuk di antaranya. Namun, di balik rumor tersebut, banyak yang penasaran dengan sejarah sebenarnya dari Museum 798 Beijing.
Museum yang juga dikenal sebagai 798 Art District ini dulunya merupakan kawasan industri militer pada era 1950-an. Setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949, pemerintah bekerja sama dengan Jerman Timur untuk membangun serangkaian pabrik elektronik canggih di Beijing, termasuk Factory 798 dan Factory 706, yang berlokasi di Dashanzi, timur laut kota.
Bangunan pabrik tersebut dirancang oleh arsitek asal Jerman Timur dengan gaya Bauhaus, ditandai dengan bentuk geometris sederhana, langit-langit tinggi, dan jendela besar yang memungkinkan pencahayaan alami maksimal—gaya khas Eropa Timur kala itu. Pada periode 1950–1970, Factory 798 menjadi pusat industri elektronik terbesar di Tiongkok, memproduksi radio, peralatan komunikasi, dan komponen militer, serta menjadi simbol modernisasi industri negara tersebut.
Namun, setelah reformasi ekonomi pada masa Deng Xiaoping di era 1980–1990, banyak pabrik milik negara mengalami penurunan, termasuk Factory 798. Ketika operasional berhenti, kawasan tersebut pun ditinggalkan, menyisakan bangunan besar dan gudang kosong.
Menjelang akhir 1990-an, para seniman, fotografer, dan desainer mulai melirik area ini karena harga sewanya murah dan ruangnya luas, cocok untuk dijadikan studio. Arsitektur industrial yang unik juga menarik perhatian komunitas seni seperti Beijing East Village artist, yang kemudian menjadi pelopor hadirnya berbagai galeri ternama, di antaranya Ullens Center for Contemporary Art (UCCA), BTAP (Beijing Tokyo Art Projects), dan Long March Space.
Popularitas kawasan ini semakin meningkat hingga akhirnya pada tahun 2023, pemerintah Beijing secara resmi menetapkannya sebagai pusat seni kontemporer dan melindunginya dari pembongkaran.
Kini, Museum 798 Beijing tak hanya menjadi destinasi seni modern, tetapi juga bagian penting dari sejarah transformasi industri menjadi ruang kreatif di jantung ibu kota Tiongkok. (*)
