KITAINDONESIASATU.COM – Aplikasi pemesanan tiket kereta, KAI Access, sedang ramai dibicarakan di media sosial, terutama Twitter.
Hal ini dipicu kabar bahwa aplikasi tersebut kini menerapkan biaya layanan tambahan sebesar Rp3 ribu. Kebijakan tersebut memicu reaksi negatif dari sejumlah pengguna kereta api, sebab KAI Access merupakan aplikasi resmi milik PT Kereta Api Indonesia, bukan aplikasi pihak ketiga.
Salah satu keluhan terlihat dari unggahan akun Twitter @ngeunah_pisanN yang diposting pada 3 November 2025.
“Kenapa harus ada biaya layanan, berasa kek dipalakin! Padahal aplikasi bikinan sendiri bukan aplikasi pihak ke 3! Mana sering error pula aplikasinya,” tulisnya.
Cuitan tersebut kemudian menjadi viral dan turut dibagikan ulang oleh akun @txttransportasi, yang mengaku baru mengetahui adanya biaya tambahan tersebut.
“Udah lama banget gak beli tiket kereta api jarak jauh via KAI Access, baru tahu kalau sekarang ada tambahan biaya layanannya Rp3.000. Sejak kapan ada biaya beginian?,” tanyanya.
Cuitan itu pun menuai banyak perhatian pengguna X.
Bahkan tampak adanya beberapa komentar dari pengguna sosial media tersebut.
“Hah, kemarin keknya aku pesan 30 Oktober masih belum ada gini,” ujar akun @urfavmidlanerr.
“Aplikasi mereka sendiri ngapain dikenain biaya layanan sih? Berarti mending beli di stasiun biar gak kena biaya layanan?,” tanya akun @angrhdk. (*)
