Beberapa akun media sosial disebut memanfaatkan fitur AI seperti Grok serta aplikasi pengubah wajah untuk membuat konten yang menampilkan wajah Freya secara tidak wajar.
Akibat manipulasi tersebut, foto yang beredar terlihat seolah-olah benar menampilkan sosok Freya dalam konten tersebut.
Diduga Terjadi Sejak 2022
Menurut keterangan kepolisian, dugaan penyalahgunaan teknologi AI ini disebut telah berlangsung sejak tahun 2022 hingga 2025.
Setelah mengetahui hal tersebut, Freya akhirnya memutuskan melaporkan sejumlah akun yang diduga terlibat.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Pemeriksaan Freya Sempat Ditunda
Freya sebenarnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Namun, agenda tersebut ditunda atas permintaan pihak Freya.
Pihak kepolisian menyatakan jadwal pemeriksaan akan diatur kembali sambil menunggu proses penyelidikan yang masih berjalan.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya penggunaan teknologi AI secara bertanggung jawab agar tidak merugikan pihak lain.(*)


