Viral

Fakta Unik Pulau Diomede, 2 Pulau Berdekatan yang Memiliki Selisih Waktu 21 Jam

×

Fakta Unik Pulau Diomede, 2 Pulau Berdekatan yang Memiliki Selisih Waktu 21 Jam

Sebarkan artikel ini
Pulau Diomede
Pic By: Pinterest

KITAINDONESIASATU.COMDi ujung dunia, ada 2 pulau mungil di tengah laut es. Yang pertama bernama Diomede Besar (Big Diomede) dan yang kedua bernama Diomede Kecil (Little Diomede). Sekilas, Pulau Diomede ini tidak berbeda dengan pulau-pulau kecil lainnya di berbagai daerah.

Jika dilihat secara letak geografis, kedua Pulau Diomede ini memang sangat berdekatan yaitu berjarak 3,8 kilometer. Namun ada yang unik dari perbedaan waktu antara keduanya. Pada Diomede Besar, perbedaan waktunya 21-23 jam lebih cepat dari Diomede Kecil.

Hal ini disebabkan oleh batas penanggalan internasional atau garis waktu internasional yang melintas di antara kedua pulau ini. Inilah sebabnya banyak orang menyebut dua pulau Diomede sebagai ‘Yesterday and Tomorrow Islands’ alias Pulau Besok dan Pulau Kemarin.

Namun keunikan ini tidak bisa dengan mudah dirasakan oleh masyarakat di kedua pulau ini. Menyeberang antara Pulau Diomede Besar dan Diomede Kecil tidaklah semudah membalik telapak tangan. Dua pulau ini dimiliki oleh negara yang berbeda sehingga tidak bisa sembarangan melintas tanpa izin.

Terletak di tengah Selat Bering antara daratan Alaska dan Siberia, Pulau Diomede memang tergolong dalam satu kelompok kepulauan namun masing-masing pulau ini dimiliki oleh negara berbeda. Ketika Amerika Serikat membeli Alaska dari Rusia pada tahun 1867, wilayah itu termasuk Pulau Diomede Kecil. Batas baru pun kemudian ditarik antara dua Kepulauan Diomede. Diomede Besar diserahkan kepada Rusia, sementara Diomede Kecil menjadi wilayah Amerika Serikat.

Baca Juga  VIRAL Sanel Tour and Travel Terancam Ditutup, Wamenaker Minta Ijazah Karyawan Segera Dikembalikan

Fakta Lain Seputar Pulau Diomede

Berdasarkan catatan sejarah, Pulau Diomede Besar dan Diomede Kecil awalnya dihuni oleh Yupik Eskimo selama 3.000 tahun yang lalu. Orang Eropa pertama yang mencapai pulau-pulau itu adalah penjelajah Rusia bernama Semyon Dezhnyov pada tahun 1648.

Delapan puluh tahun kemudian, pulau itu ditemukan kembali oleh navigator Denmark Vitus Bering pada 16 Agustus 1728, hari di mana Gereja Ortodoks Rusia merayakan kenangan akan martir st. Diomede. Inilah sebabnya pulau ini diberi nama Diomede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *