KITAINDONESIASATU.COM – Devi, seorang ahli gizi, kini menjadi pusat perhatian publik. Ia dikenal sebagai sosok yang mengunggah pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal, yang sebelumnya menyebut bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak membutuhkan profesi ahli gizi. Polemik profesi ini semakin memanas setelah Devi menyoroti adanya regulasi baru dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menurutnya sangat mengecewakan.
Regulasi tersebut mengatur proses perekrutan ahli gizi di SPPG, namun ternyata tidak semuanya berasal dari jurusan gizi. Hal ini diketahui melalui unggahan di akun TikTok @deviii pada 17 November 2025. Dalam videonya, Devi menunjukkan daftar syarat baru dari BGN bagi calon ahli gizi SPPG, yang mencakup berbagai latar belakang pendidikan seperti:
Telah menjadi PPPK
Belum menjadi PPPK
Penggajian oleh BGN
Tidak boleh berpindah ke SPPG lain
Sarjana Gizi
Sarjana Kesehatan Masyarakat
Sarjana Teknologi Pangan
Tenaga Penyuluh Gizi di Puskesmas
S1
D3 Sarjana Terapan
Menurut Devi, aturan ini tidak tepat karena ahli gizi bukanlah jabatan, melainkan profesi.
“Nah yang perlu diluruskan gini, ahli gizi itu bukan sebuah jabatan melainkan seornag profesional, jabatan itu kan seperti direktur, manager, staff. Nah ahli gizi itu di SPPG itu menjabat sebagai staf, kami itu bukan menjabat sebagai ahli gizi, tapi ahli gizi yang menjabat sebagai staf di SPPG,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa profesi ahli gizi dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, sehingga aturan tersebut dianggap menyinggung etika profesi. Devi menambahkan, “Kami juga belajar anatomi guys, tapi kami tidak serta merta boleh menjadi dokter, boleh menjadi perawat, atau boleh menjadi profesi yang bukan menjadi kompetensi kami. Apalagi kemarin dituturkan bahwa akan diberikan sertifikasi BNSP selama 3 bulan untuk fresh graduate SMA. Hati aku teriris pak, mungkin mewakili rekan sejawat yang lain,” tandasnya.
Unggahannya pun mengundang banyak komentar dari pengguna TikTok yang ikut menyoroti kebijakan baru tersebut.
“Aku lihat yang kerja di MBG banyak lulus SMA bahkan ada Sarjana HUkum yang bukan bidangnya di bagian gizi,” ujar akun @amel.
“Ga usah pakai beliau kakak, langsung panggil nama aja Cucun Sumarucun,” jelas akun @el gato.
“Kak, kamu hebat ey,” tandas akun @salmam terkait dengan pernyataan dari Devi soal ahli gizi tersebut. (*)
