Viral

Frasa But Talk to Who Viral di TikTok, Ternyata Ini Arti dan Makna di Baliknya

×

Frasa But Talk to Who Viral di TikTok, Ternyata Ini Arti dan Makna di Baliknya

Sebarkan artikel ini
Frasa But Talk to Who (Pixabay/Nitish Gupta)
Frasa But Talk to Who (Pixabay/Nitish Gupta)

KITAINDONESIASATU.COM Fenomena di media sosial kembali diwarnai dengan munculnya frasa But talk to who? yang kini tengah viral di TikTok.

Meskipun terdengar sederhana, ungkapan But talk to who ini justru menarik perhatian banyak pengguna karena sarat dengan makna emosional dan ironi kehidupan modern.

Frasa tersebut sering muncul dalam video pendek yang menampilkan potongan kehidupan sehari-hari, disertai sentuhan humor dan nuansa melankolis.

Kalimat ini karena menggambarkan situasi yang begitu nyata, perasaan ingin berbagi, namun tidak tahu kepada siapa harus bercerita.

Baca Juga  Pramugari Exy Dwi Lestari Viral, Diduga Terlibat Perselingkuhan dengan Direktur Produksi Maskapai

Arti dan Makna But talk to who

Secara umum, “But talk to who?” dapat diartikan sebagai “Tapi mau bicara sama siapa?”.

Kalimat ini digunakan untuk mengekspresikan rasa sepi, bingung, atau kehilangan arah saat seseorang ingin curhat tetapi tidak memiliki tempat untuk bersandar.

Ungkapan ini menggambarkan sisi emosional yang sering terabaikan, terutama di era digital yang penuh interaksi namun minim kedekatan nyata.

Tren ini semakin populer setelah salah satu pengguna TikTok, @tsjasmineee__, membagikan unggahan dengan format dua slide.

Slide pertama menampilkan tulisan “Gapapa banget sendirian, but…”, lalu dilanjutkan dengan kalimat “talk to who?”.

Baca Juga  Mahasiswi UNS Viral Dugem, Kampus Cabut Beasiswa KIP Kuliah

Unggahan tersebut sontak viral dengan jutaan tanda suka dan puluhan ribu komentar dari pengguna lain yang merasa memiliki pengalaman serupa.

Menariknya, kalimat ini tidak hanya dipandang sebagai lelucon, tetapi juga bentuk kejujuran emosional yang dikemas ringan.

Banyak pengguna TikTok mulai menggunakan frasa But talk to who untuk menceritakan pengalaman pribadi, menertawakan kesepian, atau sekadar mengungkapkan isi hati yang sulit disampaikan secara langsung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *