“Saya lihat di media sosial, komunitasnya sudah terkena sanksi sosial. Ini urusan komunitas, biar mereka selesaikan secara internal,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).
Farhan mengaku tidak melihat langsung aksi tersebut karena fokusnya saat itu adalah mengatur kemacetan dan kelancaran lalu lintas akibat padatnya peserta.
“Saya lebih fokus ke urusan lalu lintas. Kita juga nggak tahu itu bir atau bukan, ya saya juga lieur (pusing),” katanya sambil tertawa kecil.
Pemkot Akan Panggil dan Evaluasi Penyelenggara
Meski tidak bisa langsung menindak karena pelaku merupakan bagian dari komunitas non-resmi dalam acara, Pemerintah Kota Bandung tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Pekan depan akan kita evaluasi, termasuk soal antisipasi lonjakan massa yang tidak terduga seperti di Jalan Ahmad Yani pukul 04.30 yang sudah padat oleh peserta,” lanjut Farhan.
Pemkot juga berencana memanggil pihak penyelenggara dan komunitas terkait untuk klarifikasi dan membahas standar protokol kegiatan publik ke depan.
Pemerintah Kota Bandung menyayangkan adanya aktivitas yang dinilai tidak mencerminkan nilai kesopanan dan ketertiban umum , terlebih di tengah upaya masif dalam pemberantasan minuman keras di berbagai wilayah kota.
Insiden ini menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggara event besar agar lebih selektif dan bertanggung jawab terhadap konten dan budaya yang ditampilkan selama acara publik.
Sementara itu, sebuah sumber menyebutkan bahwa acara Pocari Sweat Run adalah ajang olahraga resmi yang diselenggarakan oleh penyelenggara nasional dan tidak secara resmi mendukung pembagian minuman beralkohol.


