Lampu diredupkan, lilin aroma terapi dinyalakan, dan baju yang dipakai? Bebas, asalkan nyaman — piyama atau kaus kaki tebal pun oke. Alih-alih fokus pada angka, tren ini mengutamakan rasa nyaman dan self-care sambil tetap bergerak.
2. Jalan Kaki Jepang
Bosan jalan kaki biasa? Tren “Jalan Kaki Jepang” menawarkan pola unik: 3 menit jalan cepat, lalu 3 menit jalan lambat, diulang 5 kali hingga total 30 menit.
Metode ini tidak memerlukan rute khusus, target langkah, atau hitungan kalori. Namun, kombinasi cepat-lambat ini efektif meningkatkan detak jantung, membakar kalori lebih banyak, dan membuat tubuh tetap segar. Selain fisik, pola ini juga bantu menurunkan stres dan meningkatkan mood.
3. 12:3:30
Tren ini meledak berkat Lauren Giraldo. Angkanya bukan kode rahasia, tapi formula: treadmill dengan kemiringan 12%, kecepatan 3 mil/jam, selama 30 menit.
Meski terdengar sederhana, tantangannya cukup bikin keringetan. Posisi tubuh condong, otot paha, betis, dan bokong ikut bekerja ekstra. Hasilnya, jalan kaki yang biasanya santai jadi latihan yang benar-benar membentuk tubuh.
4. Hot Girl Walk
Dipopulerkan oleh Mia Lind, “Hot Girl Walk” bukan cuma soal langkah kaki, tapi juga latihan mental. Aturannya simpel: jalan sejauh 4 mil sambil fokus pada hal positif — rasa syukur, tujuan hidup, dan keyakinan diri.
Kuncinya ada di mindset: membayangkan diri sebagai versi paling percaya diri dan berharga. Biar makin seru, siapkan playlist lagu yang bikin semangat, bukan podcast. Tujuannya? Mengisi pikiran dengan energi positif sambil bergerak.



