UMKM

Papmiso Ciptakan Siklus Ekonomi dengan Nilai Transaksi 1,5 Milyar Tiap Hari

×

Papmiso Ciptakan Siklus Ekonomi dengan Nilai Transaksi 1,5 Milyar Tiap Hari

Sebarkan artikel ini
papmiso
Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) (Eka)

KITAINDONESIASATU.COM -Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor informal lebih tepatnya bagi para pedagang mie dan bakso.

Buktinya, sejak awal terbentuk di akhir tahun 2005 hingga saat ini Papmiso telah memberikan dampak positif dan meningkatkan taraf ekonomi para anggotanya yang mayoritas adalah pelaku UMKM pedagang mie ayam dan bakso di sejumlah daerah.

Ketua Umum Papmiso Bambang Haryanto mengatakan, Papmiso pertama kali dibentuk di Kabupaten Bekasi berawal dari maraknya isu penggunaan bahan dasar menggunakan daging tikus dan bahan kimia dalam memproduksi bakso yang dilakukan oleh para oknum pedagang bakso.

Sehingga, kata Bambang ramainya isu tersebut sangat berdampak pada omset penjualan para pedagang bakso yang mengalami penurunan sangat signifikan dan merugikan para pedagang hingga kurun waktu yang cukup lama.

“Omset kami turun drastis jadi itu berbulan-bulan di tahun 2005 itu, maka saat itu kami bingung bagaimana ini? Saya kumpulkan teman-teman para pedagang bakso disitu karena merasa senasib dan seperjuangan kan sama-sama merasakan dari dampak pemberitaan isu-isu itu yang berbulan-bulan akhirnya omset kami turun drastis,” jelas Bambang saat diwawancarai kitaindonesiasatu.com, Selasa 24 September 2024.

Seiring berjalannya waktu, Bambang mengungkap Papmiso mendapatkan respon yang cukup bagus dari para pelaku UMKM yang notabene nya adalah pedagang mie ayam dan bakso. Tercatat ada sekitar 1.000 pedagang di Kabupaten Bekasi yang bergabung dengan Papmiso pada awal-awal terbentuknya Papmiso.

“Ya untuk pertama itu awalnya waktu itu di Kabupaten Bekasi kita kurang lebih ada 1.000 pedagang bakso yang bergabung dulu sistemnya kita bergotong royong semua kegiatan kita tanggung bareng-bareng ya kan dan akhirnya Alhamdulillah disini sudah ada 2.500 pedagang mie dan bakso yang tergabung di Papmiso,” kata Bambang.

“Nah akhirnya kebetulan juga untuk wilayah-wilayah lain seperti Bekasi Kota, Karawang, terus Jakarta, Tangerang, Tangerang Kota, semua sudah terbentuk dan Semarang baru-baru ini sudah terbentuk juga,” imbuhnya.

Selain memberikan perlindungan, pendampingan serta edukasi kepada anggotanya, Papmiso juga menciptakan siklus perputaran ekonomi yang menguatkan pendapatan para anggotanya. Ia menyebut dalam sehari nilai transaksi perputaran uang yang ada mencapai 1,5 milyar, dari belanja bahan pembuatan bakso yang dilakukan oleh para anggota Papmiso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *