KITAINDONESIASATU.COM -Kelurahan Sempur di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menunjukkan prestasi dalam memanfaatkan potensi lokal melalui berbagai program inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.
Program-program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek lingkungan, tetapi juga pengembangan keterampilan warga, seni, dan pemberdayaan ekonomi melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Sempur, Nanda Novita Eka Setiawati, S.P mengatakan, berbagai program unggulan ini berfokus pada pengelolaan sampah dan lingkungan, serta pengembangan potensi ekonomi kreatif masyarakat.
Salah satu inovasi yang menjadi kebanggaan adalah budidaya maggot untuk pakan ikan dan dapur kompos untuk pupuk tanaman.
“Di sini kami punya program budidaya maggot untuk pakan ikan, ada juga dapur kompos untuk pupuk tanaman. Selain itu, kami memanfaatkan limbah plastik dari Bank Sampah Unit (BSU) untuk membuat kerajinan tangan, seperti kostum dan bunga dari bungkus kopi,” jelas Nanda, Jumat, 4 Oktober 2024.
Tidak hanya itu, Kelurahan Sempur juga memperkenalkan program Budidamber, yaitu budidaya ikan dalam ember dan hidroponik untuk menanam sayur-sayuran.
“Ini sangat cocok untuk warga yang tidak memiliki halaman luas. Mereka tetap bisa menanam sayuran dan membudidayakan ikan di lahan yang terbatas,” lanjutnya.
Program lainnya yang menarik perhatian adalah Rumah Sehat yang dilengkapi dengan biopori untuk mengelola sampah dapur sebagai resapan air.
Selain itu, Kelurahan Sempur juga memiliki tiga Bank Sampah Unit (BSU), yaitu BSU Kelor, Pilar, dan Ceria, yang berperan penting dalam mengelola sampah dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomis.
Dalam bidang seni, Kelurahan Sempur memiliki Rumah Dilan, sebuah pusat kegiatan seni dan budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti lengser, reog, serta kegiatan melukis dan menggambar.
“Rumah Dilan ini lebih berfokus pada seni olah rasa, di sini warga bisa belajar tarian tradisional, melukis, dan kesenian lainnya,” ujar Nanda.
Selain itu, terdapat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berinovasi dengan program “Markisa” (Mari Kita Membaca Pasti Bisa) untuk mendorong minat baca masyarakat. Yang paling menarik adalah inisiatif Kelurahan Sempur dalam mengubah tempat pembuangan sampah akhir menjadi Pojok UMKM, yang berfungsi sebagai gerai usaha bagi warga setempat.
“Tempat yang dulunya tempat pembuangan sampah kini menjadi Pojok UMKM dan gerai UP2K. Warga yang tidak memiliki modal usaha dapat mengajukan pinjaman di UP2K,” jelas Nanda.
Sempur juga memiliki Kampung Mandiri yang berfokus pada pengolahan singkong di RW 04. Produk olahan seperti keripik, getuk, dan ketimus menjadi andalan di kampung ini. Tidak hanya itu, di RW 07 terdapat komunitas warga tanpa rokok (KWTR), dan di RW 06 dicanangkan sebagai RW bebas sampah.
Nanda berharap, dengan adanya program-program inovatif ini, warga Kelurahan Sempur dapat semakin mandiri dan memiliki peningkatan kesejahteraan ekonomi. “Semoga warga Sempur bisa lebih mandiri, finansialnya meningkat, dan semua ini bisa diwariskan ke generasi berikutnya,” tutup Nanda.***
Editor Aam Permana S





