UMKM

Update Hari Ini! Tren Harga Pangan di Pasar Depok Mulai Melandai Pasca-Lebaran

×

Update Hari Ini! Tren Harga Pangan di Pasar Depok Mulai Melandai Pasca-Lebaran

Sebarkan artikel ini
Harga Pangan di Pasar Depok
Harga Pangan di Pasar Depok

KITAINDONESIASATU.COM — Sepekan setelah perayaan Idulfitri, kondisi harga pangan di pasar-pasar tradisional wilayah Kota Depok, Jawa Barat, terpantau mulai bergerak turun.

Meskipun penurunan harga pangan belum terjadi secara drastis, tren positif ini memberikan angin segar bagi daya beli masyarakat setempat.

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, penurunan harga ini merupakan fase penyesuaian setelah sempat mengalami lonjakan signifikan selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

Fenomena penurunan harga ini bervariasi di setiap titik pasar, namun secara kolektif menunjukkan arah yang lebih stabil.

Perubahan Harga Pangan Komoditas Utama

Kelompok bumbu dapur, khususnya aneka jenis cabai, menjadi komoditas yang paling terasa penurunannya.

Cabai rawit merah yang sebelumnya sempat menembus angka Rp90.000 per kilogram, kini sudah bisa ditemukan pada kisaran Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Penurunan serupa juga terjadi pada cabai merah keriting dan cabai merah besar yang kini dijual di bawah harga puncaknya sebelum hari raya.

Selain bumbu dapur, sumber protein hewani juga mengalami koreksi harga:

  • Daging Ayam Broiler: Mengalami penurunan sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp55.000 per kilogram.
  • Telur Ayam: Saat ini dibanderol seharga Rp28.000 per kilogram, turun dari posisi sebelumnya di angka Rp33.000.
  • Daging Sapi: Berbeda dengan komoditas lain, harga daging sapi cenderung bertahan stabil di angka Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Pantauan Pemerintah dan Respon Warga

Pemerintah Kota Depok tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa komoditas seperti bawang merah, telur, dan daging ayam yang harganya di beberapa lokasi pasar terpantau masih berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Sementara itu, untuk kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng kemasan sederhana, harganya masih konsisten mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Warga menyambut baik perubahan harga ini dan berharap agar nilai jual kebutuhan pokok dapat kembali ke posisi normal seperti sebelum memasuki bulan puasa.

Penurunan harga ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga pasca-konsumsi tinggi di masa libur Lebaran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *