Minoritas, Umar, dan Toleransi

Minoritas, Umar, dan Toleransi

Berita Utama

Bagaimana rasanya menjadi minoritas? Kontan tenggorokan serasa tercekat. Lidah menjadi keluh. Sebagai Muslim, warga Indonesia pula, saya tak punya jawaban. Cuma teringat pengalaman ketika mengunjungi La Paz, Bolivia, beberapa waktu lalu

Shalat Nggak Pernah Bolong, Tapi Doyan Korupsi

Shalat Nggak Pernah Bolong, Tapi Doyan Korupsi

Berita Utama

DALAM sebuah obrolan ngalor-ngidul, ada pertanyaan yang bikin terhenyak: mengapa di ruang sidang banyak terdakwa korupsi berpenampilan necis mengenakan baju koko, kopiah, atau kupluk haji? Ini pertanyaan menohok, tapi sekaligus introspektif. Iya, kira-kira apa maksud dari fenomena di ruang sidang itu? Mengapa muncul simbol-simbol agama? Apakah ingin dikesankan bahwa terdakwa sangat religius? Atau, maksudnya si terdakwa ingin bertobat? Sejenak kami terdiam.

Mulai dari Nol, Pak!

Mulai dari Nol, Pak!

Opini Kita

UNTUK persiapan silaturahim ke luar kota pada hari Raya Idul Fitri, kemarin saya mengisi bensin di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) atau pom bensin. “Mulai dari nol (0) ya pak,” kata operator SPBU sembari menekan tombol angka-angka di mesin dispenser pompa. Saya mengangguk saja. Sambil menanti tangki kendaraan terisi, saya sempat memikirkan tentang angka 0 itu.

Ketika Mulut Terkunci

Ketika Mulut Terkunci

Opini Kita

ingat, suatu saat nanti, lisan akan terbungkam. Lisan yang selalu berdalih dengan sejuta alasan, tak bisa lagi berkata-kata. Semua kata yang dirangkai indah, tak berguna lagi.. Lisan tak mampu berargumentasi lagi. Lisan tak bisa mengadvokasi atas semua yang diucapkan. Ketika kita kembali ke hadapan Allah, Sang Maha Pencipta, lisan kita membisu. Terkunci! Tidak bisa lagi bersilat lidah. “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan-tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS. Yasin: 65). Tak terasa mata berkaca-kaca membaca ayat yang menginspirasi terciptanya lagu di atas.

Bangsa-bangsa: Rasisme, Stereotipe, dan Agenda Politik

Bangsa-bangsa: Rasisme, Stereotipe, dan Agenda Politik

Opini Kita

KETIKA musim panen politik, pada siklus lima tahunan, pertarungan para politikus sangat keras. Semenjak era electoral demoracy di mana suara rakyat paling menentukan, politikus habis-habisan mengeluarkan jurus agar dapat kursi. Sungguh ironis, kampanye bukan soal elaborasi program kerja tetapi lebih marak kampanye hitam yang dilarang konstitusi. Pasal 280 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sudah jelas melarang “menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain” atau “menghasut dan mengadu domba perseorangan atau pun masyarakat”.

La Tahzan, Jangan Bersedih!

La Tahzan, Jangan Bersedih!

Opini Kita

FATIMAH berlinang air mata. Menangis tersedu-sedu. Gadis usia 14 tahun itu syok ketika melihat sang ayah, Muhammad, pulang dalam keadaan berlumuran tanah dan kotoran di sekujur tubuh. Bagian kepala kotor sampai ke rambut. Pakaian dan jubahnya kotor. Nabi dilempari tanah dan kotoran oleh orang-orang Quraisy. Putri mana yang tidak sedih melihat ayahnya dipersekusi? Tambah sedih karena Fatimah masih berduka ditinggal ibunda, Khadijah

Para Pencari Kebenaran

Para Pencari Kebenaran

Opini Kita

Sejak pra-Islam (zaman jahiliyah), di kalangan orang Arab yang suka berpikir, sudah biasa melakukan kontemplasi. Berkhalwat, mengasingkan diri ke tempat-tempat sunyi. Orang Arab menyebutnya tahannuts . Mereka merenung, berdoa, mengharapkan jawaban atas kegelisahan atau penyelesaian masalah yang sedang dihadapi

Berhala-berhala Modern

Berhala-berhala Modern

Opini Kita

Suatu waktu saya pergi ke Gunung Kawi di Kabupaten Malang. Semua orang ngalap berkah di tempat pesugihan yang mulai muncul pada tahun 1940-an itu. Di depan dua makam, mereka memejamkan mata khusyuk berdoa. Mungkin cuma saya yang pura-pura memicingkan mata.

Taat Ibadah Ritual, Abai Ibadah Sosial

Taat Ibadah Ritual, Abai Ibadah Sosial

Opini Kita

Sambil menikmati teh panas di bawah guyuran hujan, semalam, saya membaca buku Mausu’ah Al-Huquq Al-Islamiyah karya Syekh Sa’ad Yusuf Mahmud Abu Aziz yang ditulis di Gharmin, Manufiah, Mesir, tahun 2000/1421 H. Buku yang terjemahannya berjudul Semua Ada Haknya oleh Ali Nurdin itu sangat tebal: 804 halaman isi plus 24 (xxiv) halaman bagian awal meliputi halaman pengantar dan daftar isi

Menemukan Tuhan di Jalanan

Menemukan Tuhan di Jalanan

Opini Kita

Semalam, seusai tarawih, saya teringat diskusi dengan KH Mustofa Bisri, ulama cum pujangga. Suatu waktu, sudah lama, di bulan Ramadhan juga, saya mengunjungi Gus Mus, panggilan KH Mustofa Bisri, di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin di Rembang, Jawa Tengah.

Getol Beribadah Tapi Doyan Korupsi

Getol Beribadah Tapi Doyan Korupsi

Opini Kita

Dalam sebuah obrolan ngalor-ngidul, ada pertanyaan yang bikin terhenyak: mengapa di ruang sidang banyak terdakwa korupsi berpenampilan necis mengenakan baju koko, kopiah, atau kupluk haji?

Agama, Sumber Kedamaian atau Konflik?

Agama, Sumber Kedamaian atau Konflik?

Opini Kita

Membaca resolusi konflik yang diterapkan Nabi Muhammad dalam konflik klan Aus dan Khazraj seperti saya tulis kemarin, kita melihat bahwa Islam menjadi sumber kedamaian. Kedua kelompok yang terlibat rivalitas akut bertahun-tahun itu, akhirnya dapat didamaikan dengan nilai-nilai Islam.

Ketika Muhammad Mengajari Berdemokrasi

Ketika Muhammad Mengajari Berdemokrasi

Opini Kita

Pikiran saya sering terusik dengan tesis dua pemikir kondang, Francis Fukuyama (The Last Man Standing and The End of History, 1992) dan pembimbingnya, Samuel Huntington (The Clash of Civilization, 1993) bahwa Islam tidak compatible dengan demokrasi. Benarkah? Tampaknya kita perlu mengambil jarak agar tidak terjebak dalam respons yang reaktif dan defensif. Kita perlu bukti-bukti dan membangun narasi yang logis untuk mendukung bahwa Islam adalah sistem nilai yang selaras dengan demokrasi.

Masjid Tempat Bersujud

Masjid Tempat Bersujud

Opini Kita

“Di mana pun engkau mendapatkan waktu sembahyang, maka sembahyanglah, dan bumi ini bagi engkau adalah masjid (tempat sembahyang)” (HR. Bukhari) dan “Tanah dijadikan untukku sebagai masjid dan dapat menyucikan” (HR. Muslim).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.