Minoritas, Umar, dan Toleransi

Minoritas, Umar, dan Toleransi

Berita Utama

Bagaimana rasanya menjadi minoritas? Kontan tenggorokan serasa tercekat. Lidah menjadi keluh. Sebagai Muslim, warga Indonesia pula, saya tak punya jawaban. Cuma teringat pengalaman ketika mengunjungi La Paz, Bolivia, beberapa waktu lalu

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.