KITAINDONESIASATU.COM – Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, kembali menjadi sorotan, namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan, melainkan kebijakan baru terkait tanda tangannya. Dikabarkan, permintaan tanda tangan dari pemain berusia 18 tahun ini kini telah dikenakan biaya, sebuah praktik yang mulai lumrah di kalangan pesepak bola top.
Langkah ini diambil menyusul lonjakan permintaan yang luar biasa, baik dari kolektor maupun penggemar, yang menyebabkan Yamal sering kali kesulitan mengelola waktu dan jumlah item yang harus ia tandatangani.
Selain itu, Lamine Yamal sudah terikat kontrak dengan salah satu situs yang menjual cindera mata lengkap dengan tanda tangannya. Akibatnya, Yamal pun mengikuti keinginan situs tersebut. Dengan sistem berbayar, manajemen berharap dapat mengatur volume permintaan dan meningkatkan nilai eksklusivitas dari memorabilia tersebut.
Meskipun besaran biaya untuk setiap tanda tangan belum diumumkan secara resmi, kabar ini memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian penggemar menyayangkan keputusan tersebut, menganggapnya sebagai penghalang bagi fans biasa untuk mendapatkan kenang-kenangan dari idola mereka.
Namun, pihak manajemen yang dekat dengan sang pemain berargumen bahwa pendapatan dari praktik ini akan dikelola secara profesional, bahkan berpotensi dialokasikan untuk kegiatan amal atau yayasan. Fenomena “tanda tangan berbayar” ini menegaskan status Yamal sebagai salah satu talenta terpanas di dunia sepak bola saat ini, di mana bahkan segores tintanya pun memiliki nilai komersial yang tinggi. (*)


