Gol pembuka datang pada menit ke-11. Dalam skema tendangan bebas yang diatur dengan rapi, Dinh Bac mengirim bola matang ke kotak penalti dan disundul keras oleh Xiao Minh yang melompat tinggi, membuat kiper Malaysia tak berdaya.
Hanya berselang 11 menit, Vietnam U22 kembali mengoyak pertahanan lawan. Dinh Bac yang kembali beraksi di sisi kiri, mengirim umpan manis ke Vinh Phuc yang datang dari lini kedua memanfaatkan momentum ketika kiper Malaysia berada terlalu jauh dari posisinya.
Unggul dua gol membuat Vietnam semakin leluasa, sementara Malaysia tampil kacau di lini tengah—ibarat “ayam kehilangan induk”. Serangan Vietnam berulang kali memecah konsentrasi pertahanan lawan.
Malaysia baru sedikit bangkit jelang berbunyi jeda babak pertama, tetapi tetap gagal menciptakan peluang matang. Gawang mereka bahkan hampir jebol lagi lewat skema serangan balik cepat Vietnam melalui kombinasi Dinh Bac dan Viktor Le.
Memasuki babak kedua, Vietnam tetap mengontrol jalannya laga. Malaysia mencoba melakukan perubahan strategi, tetapi serangan mereka tetap tak efektif dan mudah dipatahkan bek Vietnam.
Pelatih Kim kemudian menarik sejumlah pemain pilar untuk menjaga stamina menghadapi babak semifinal, termasuk Khuat Van Khang.

