Namun, babak kedua menghadirkan cerita berbeda. Intensitas City menurun drastis dan Tottenham perlahan mengambil alih kendali permainan.
Keputusan berani pelatih Thomas Frank yang mengorbankan bek tengah Cristian Romero demi menambah tenaga di lini tengah terbukti krusial. Masuknya Pape Matar Sarr membuat Spurs mampu meredam dominasi Rodri.
Momentum kebangkitan tuan rumah dimulai pada menit ke-53. Dominic Solanke memperkecil ketertinggalan lewat penyelesaian jarak dekat setelah memenangkan duel fisik di kotak penalti.
Tekanan Spurs semakin meningkat hingga akhirnya gol penyeimbang tercipta pada menit ke-70.
Berawal dari umpan silang Conor Gallagher, Solanke mencetak gol spektakuler dengan sentuhan tumit bergaya “kalajengking”.
Gol dengan nilai expected goals (xG) yang sangat rendah tersebut sukses mengubah skor menjadi 2-2 dan membakar semangat publik tuan rumah.

