“Saya merasa butuh lingkungan baru untuk mendorong diri lebih jauh. Sepuluh tahun adalah waktu yang panjang, dan saya ingin mencoba sesuatu yang baru,” jelasnya.
Akhir Manis dengan Trofi Liga Europa
Bagi Son, gelar Liga Europa yang berhasil diraih bersama Spurs menjadi pencapaian penting. Ia merasa telah memberikan yang terbaik—di dalam dan luar lapangan.
“Dengan memenangkan Liga Europa, saya merasa sudah melakukan semua yang saya bisa untuk klub ini,” tambahnya.
Perjalanan karier Son dimulai saat ia pindah ke Jerman pada usia 16 tahun untuk bermain di Bundesliga. Namanya mulai mencuat sebelum akhirnya meraih puncak popularitas di Liga Inggris bersama Spurs.
Masa Depan Son: MLS atau Timur Tengah?
Ke mana Son akan berlabuh selanjutnya? Saat ini, negosiasi sedang berlangsung dengan klub Major League Soccer (LAFC) di Amerika Serikat. Selain itu, beberapa klub dari Liga Arab Saudi juga telah menyatakan ketertarikannya sejak Mei lalu.
Apa pun pilihannya nanti, satu hal pasti: warisan Son Heung-min di Tottenham tidak akan pernah terlupakan—baik oleh klub, penggemar, maupun dunia sepak bola.***


