KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah tuduhan mengejutkan muncul setelah Nigeria tersingkir dari peluang menuju Piala Dunia 2026.
Pelatih kepala Nigeria, Eric Chelle, menuduh staf pelatih DR Kongo melakukan “pemaksaan magis” selama adu penalti penuh tekanan yang berujung pada hancurnya mimpi Super Eagles lolos ke putaran berikutnya.
Chelle, yang emosinya memuncak di menit-menit akhir laga yang berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu, mengisyaratkan bahwa Kongo menggunakan “sihir jahat” untuk memenangkan laga tersebut.
Pertandingan berakhir dengan Kongo unggul 4-3 lewat drama tos-tosan, memastikan mereka melaju ke babak play-off antarbenua. Sementara itu, Nigeria kembali harus menelan kekecewaan setelah gagal di Piala Dunia 2022.
Sang pelatih asal Prancis itu yakin kekalahan Nigeria tidak terjadi dalam pertandingan yang adil.
“Selama adu penalti, staf DR Kongo terus membuat semacam pesona. Polanya sama setiap kali… itulah kenapa saya kehilangan kesabaran,” demikian kata dia kepada ESPN.

