KITAINDONESIASATU.COM – Pelatih Timnas Indonesia, Sin Thae-yong (STY) sedang menunggu tiga pemain naturaliasi baru yang akan memperkuat Timnas Indonesia menghadapi Australia dan Bahrain pada Maret 2025.
Ketiga pemain naturaliasi yang sedang diprioritaskan oleh STY dua striker dan gelandang bertahan yakni Jairo Riedewald (gelandang), Mauro Zijlstra (striker) dan Ole Romeny (striker).
Seperti kita ketahui pada Maret tahun 2025, Indonesia bakal menghadapi dua laga melawan Australia pada 20 Maret 2025 dan melawan Bahrain pada 25 Maret 2025.
Menghadapi Australia Indonesia akan melakukan laga tandang sendangkan melawan Bahrain akan menjadi tuan rumah di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.
Profil Sydney Hopper, Bintang Naturalisasi yang Bawa Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2024
Sementara tiga pemain naturaliasi yang siap didatangkan bakal memperkuat Skuad Garuda dalam menghadapi dua laga hidup mati di Grup C menuju Piala Dunia 2026.
Ketiga pemain itu sedang proses naturaliasi dengan kualitas kelas dunia yang bermain di Liga top Eropa.
Berikut ini profil 3 calon pemain Timnas Indonesia yang sedang menunggu proses naturaliasi itu, semuanya berasal dari Belanda.
Jairo Riedewald
Pria bernama lengkap Jaïro Jocquim Riedewald ini salah satu profesional Belanda yang bermain sebagai gelandang bertahan Liga Pro Belgia, Royal Antwerp berusia 28 tahun dengan tinggi badan 1,82 meter.
Namun terkait proses naturaliasi Jairo menurut anggota Exco PSSI masih cukup berat untuk dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Menurut Arya proses Jairo masih berat, namun tidak menjelaskan lebih spesifik terkait faktor berat yang dimaksut, namun saat ini PSSI lebih memprioritaskan proses Ole Rameny.
Jairo sendiri juga memiliki pengalaman bermain di klub-klub top Eropa seperti Ajax Amsterdam maupun Crystal Palace, memberikan kualitas kelas dunia.
Penampilannya yang sangat dibutuhkan oleh Timnas Indonesia untuk menghadapi dua lawannya itu.
Riedewald dapat menjaga stabilitas di lini tengah dan melindungi lini belakang sebagai gelandang bertahan atau bek tengah, dia merupakan pemain serba bisa.
Kehadiran Jairo diharapkan meningkatkan pertahanan Timnas Indonesia untuk menahan serangan dari
Melawan Australia di putaran ketiga nanti.
Dengan potensi bergabungnya tiga pemain baru yang naturalisasi dari Belanda ini, Timnas Indonesia diproyeksikan tampil dengan kekuatan penuh.
Ole Romeny
Pria berusia 24 tahun ini bernama lengkap Ole ter Haar Romeny merupakan striker tangguh dengan tinggi badan 1,85 meter bermain di FC Utrecht di Eredivisie Belanda.
Ole Rpmeny, salah satu nama yang paling mencuri perhatian sebagai striker yang andal memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.
Dalam sepuluh penampilannya di Eredivisie musim ini, Romeny telah mencetak dua gol, Romeny, memiliki kemampuan olah bola dan kemampuan penyelesaian akhir yang tajam.
Kemampuan ketajaman Ole akan membantu menyelesaikan masalah lini depan Timnas Indonesia yang belum berhasil menembus pertahanan Australia.
Dengan menjadi bagian dari tim Garuda, dia memiliki kemampuan untuk meningkatkan serangan, terutama saat bermain melawan tim-tim tangguh seperti Australia.
Shin Tae-yong optimistis bahwa tambahan tenaga baru ini dapat memberikan hasil positif dalam upaya Timnas Indonesia bersaing di level tertinggi sepak bola Asia.
Kehadiran mereka tidak hanya meningkatkan kualitas teknis skuad, tetapi juga membangkitkan semangat para pendukung Garuda di dalam stadion.
Semua pihak kini menantikan rampungnya proses administrasi naturalisasi, sehingga Timnas Indonesia dapat tampil dengan kekuatan maksimal dalam laga penting tersebut.
Arya sendiri menyebut jika proses naturalisasi Ole Romeny menjadi salah satu fokus utama PSSI saat ini.
Pemain asal Belanda yang juga memiliki darah Indonesia ini dinilai sudah berada dalam tahap yang lebih konkret dibandingkan Jairo Riedewald.
Sementara porses Ole juga masih menunggu reses anggota DPR-RI, hingga bisa kembali diproses setelah anggota wakil rakyat ini kembali ngantor ke Senayan.
Mauro Zijlstra
Sementara keberadaan Striker Mauro Zijlstra belum setenar Ole, namun potensi Mauro yang berusia 20 tahun dengan tinggi badan 1,88 meter memiliki masa depan yang bagus.
Saat ini Mauro bermain sebagai penyerang klub Eerste Divisie Volendam yang tengah dipersiapkan untuk menambah daya gedor Timnas Indonesia.
Pemain muda berbakat ini juga memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Jawa Barat.
Meski proses naturalisasinya belum mendapat sorotan besar seperti Romeny, Zijlstra tetap dipandang sebagai aset penting bagi skuad Garuda.
Potensinya sebagai striker muda yang memiliki insting mencetak gol diharapkan mampu memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia.
Kehadiran Zijlstra memberikan alternatif tambahan bagi pelatih Shin Tae-yong untuk meracik strategi yang lebih fleksibel, terutama dalam menghadapi lawan tangguh seperti Australia dan
Terkait itu semau Arya akan terus berusaha menyelesaikan proses yang sudah ada terlebih dahulu melalui langkah baru.
Beberapa hal menurut Arya masih harus dipersiapkan dimana dibutuhkan ketelitian dan kerjasa sama dari berbagai pihak untuk kelancaran proses naturaliasi. **

