KITAINDONESIASATU.COM – Kursi pelatih Tottenham Hotspur akhirnya benar-benar panas. Manajemen Spurs resmi memecat Thomas Frank setelah masa jabatannya baru berjalan delapan bulan, menyusul kekalahan kandang 1-2 dari Newcastle United yang makin menyeret klub ke papan bawah Liga Primer Inggris.
Hasil buruk tersebut membuat Tottenham terdampar di posisi ke-16 klasemen dan hanya berjarak lima poin dari zona degradasi. Situasi kian mengkhawatirkan karena The Lilywhites sudah delapan pertandingan liga tanpa kemenangan—catatan terburuk mereka sejak 2008.
Dalam pernyataan resmi klub, manajemen sebenarnya ingin memberi waktu kepada Frank untuk membangun tim. Namun rentetan hasil negatif membuat perubahan dianggap tak bisa lagi ditunda.
Ironisnya, pelatih asal Denmark itu sempat membawa Spurs lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Sayangnya, performa di kompetisi domestik justru anjlok. Dari 17 laga liga terakhir, Tottenham hanya mampu meraih dua kemenangan.
Klub tetap menyampaikan terima kasih atas dedikasi Frank selama menangani tim, meski tekanan terhadapnya sudah memuncak. Kritik datang dari internal skuad hingga suporter, yang beberapa kali meneriakkan chant pemecatan dalam pertandingan.
Kini Tottenham berpacu dengan waktu mencari pelatih baru, terlebih mereka akan menghadapi laga krusial melawan Arsenal pada 22 Februari, sementara badai cedera masih menghantui sejumlah pemain kunci seperti James Maddison dan Dejan Kulusevski. (*)


