Preseden yang mengkhawatirkan di era Infantino
Tuduhan bahwa FIFA memanjakan superstar bukan hal baru. Namun waktu terjadinya kasus ini sangat sensitif. Beberapa bulan lalu, Infantino diserbu kritik saat Inter Miami masuk Piala Dunia Antarklub 2025 demi kemungkinan tampilnya Lionel Messi.
Kini situasi serupa muncul, tetapi lebih berisiko. Piala Dunia adalah turnamen paling prestisius, bukan sekadar proyek komersial.
Dalam sejarah, FIFA memang pernah meringankan hukuman menjelang Piala Dunia, tetapi belum pernah menangguhkan sebagian skors untuk tindakan kekerasan demi memastikan seorang pemain tampil.
Federasi khawatir efek domino akan meluas: jika Ronaldo mendapat pengecualian, apa yang mencegah pemain lain menuntut hal serupa? Jika hukuman disiplin didasarkan pada nilai komersial, apakah itu masih bisa disebut disiplin?
Portugal juga berpotensi dinilai mendapat keuntungan tidak adil karena tetap bisa menurunkan pencetak 5 gol di babak kualifikasi. Debat besar kini terbuka, dan tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.***


