KITAINDONESIASATU.COM – Keputusan FIFA memangkas hukuman Cristiano Ronaldo setelah kartu merah kontroversial berbuntut panjang. Reaksi keras datang dari berbagai penjuru, menempatkan FIFA di tengah pusaran kritik yang sulit diredam.
Cristiano Ronaldo dan Gianni Infantino kini menjadi pusat sorotan, dengan gelombang opini publik yang mengingatkan pada kisruh Lionel Messi di Piala Dunia Antarklub 2025.
Namun kali ini skalanya jauh lebih besar, dan konsekuensinya bahkan lebih serius. Cara FIFA menangani kasus Ronaldo memicu ketegangan antarnegara hingga melahirkan langkah-langkah protes nyata.
Akar masalahnya sederhana. Dalam laga kualifikasi di Dublin, Ronaldo yang sedang frustrasi dan tertinggal 0-2, mengayunkan sikunya ke bek Dara O’Shea.
Wasit awalnya hanya memberi kartu kuning, tetapi VAR mengubahnya menjadi kartu merah langsung.
Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, tindakan kekerasan seperti itu seharusnya berujung skorsing minimal tiga pertandingan.
