Final Liga Champions kali ini menjadi final kedua bagi PSG setelah sebelumnya gagal di final musim 2019/2020 saat kalah dari Bayern Munich.
Sementara bagi Inter Milan, ini adalah final ketujuh dalam sejarah mereka—sebuah bukti konsistensi dan pengalaman di pentas Eropa.
Inter sudah pernah mengangkat trofi “Si Kuping Besar” sebanyak 3 kali, meski terakhir kali mereka ke final adalah pada musim 2022/2023, saat dikalahkan Manchester City.
Dari segi pengalaman dan tradisi, jelas Inter Milan lebih unggul. Namun, PSG datang dengan semangat tinggi untuk meraih gelar Liga Champions pertama mereka.
Perjalanan Menuju Final
PSG mengawali musim ini dengan cukup berat, hanya finis di peringkat 15 pada fase liga dan harus bertarung dari babak 1/16 besar.
Namun, mereka tampil mengesankan dengan menyingkirkan Brest di babak pertama, lalu mencatat kemenangan gemilang melawan tiga tim Inggris secara beruntun: Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal.
Seiring berjalannya waktu, PSG menunjukkan performa yang semakin solid dan meyakinkan.
Sementara itu, Inter Milan yang mengakhiri fase liga di peringkat 4 langsung melaju ke babak 1/8 besar dan melewati Feyenoord dengan cukup mudah.
Setelah itu, Inter mencatatkan kemenangan penting atas Bayern Munich, lalu menjalani dua laga dramatis melawan Barcelona di semifinal—imbang 3-3 di leg pertama, lalu menang 4-3 di leg kedua.


