Sepakbola

PSSI Protes Wasit Ahmed Al Kaf dalam Laga Melawan Bahrain

×

PSSI Protes Wasit Ahmed Al Kaf dalam Laga Melawan Bahrain

Sebarkan artikel ini
ahmed al kaf
Wasit asal Oman Ahmed Al Kaf yang memimpin laga Bahrain vs Indonesia. foto: timnas indonesia/ facebook

KITAINDONESIASATU.COM – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan melayangkan surat protes kepada Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) terkait laga Indonesia vs Bahrain, Kamis (10/10/2024).

Dalam laga itu merupakan laga babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang digelar di Stadion Nasional, Riffa, Bahrain.

Laga berakhir imbang 2-2, namun mendapat protes dari para pemain dan official Indonesia atas kepemimpinan wasit asal Oman Ahmed Al Kaf yang dianggap tidak adil.

Glo pemain Bahrain, Mohamed Marhoon pada menit ke-99 membuat impian kemenangan Indonesia di depan mata langsung hilang.

Sementara PSSI memprotes peristiwa gol yang terjadi di injury time, wasit Al Kaf memberikan tambahan waktu enam menit.

Namun kenyataannya dia memperpanjang pertandingan pertandingan yang dimainkan sampai menit ke-99.

Celakannya setelah perpanjangan itu, terjadi gol, setelah gol hingga kedudukan menjadi 2-2 dan usai gol pertandingan dinyatakan pertandingan selesai melalui pelui panjangnya.

Baca Juga  Kapan Persib Bandung vs Persija Tanding? Berikut Ini Jadwal Pekan ke-17 Super League 2025-2026

“Ya kita kirim surat protes. Kita sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol,” kata anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga seperti dilansir laman pssi.org.

Saat menjelang injury time, wasit memberikan tambahan waktu enam menit, tetapi pertandingan justru dimainkan sampai menit ke-99.

Dalam laga ini dua gol Indonesia dicetak Ragnar Oratmangoen pada menit 45+3 dan Rafael Struick menit ke-74′.

Sementara dua gol Bahrain dicetak Mohamed Marhoon dimenit ke-15 dan menit ke-90+9.

Dari hasil ini posisi Indonesia kini berada diperingkat ke-5 klasemen sementara Grup C Piala Dunia 2026 zona Asia dengan mengoleksi 3 poin.

Sedangkan Bahrain berada di peringkat ke-4 dengan mengoleksi 4 poin dengan minus 4 gol, kemudian Australia diperingkat 4 poin dengan surplus 1 gol.

Baca Juga  Menunggu 52 Gol Ronaldo di Piala Dunia 2026, Mampukan CR7 Mencetak Sejarah

Begitu juga dengan Arab Saudi memperoleh 4 poin dengan surplus 1 gol, dan Jepang berada di puncak klasemen dengan surplus 12 gol.

Mendapat sorotan
Pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, wasit asal Oman, Ahmed Al-Kaf, menjadi pusat perhatian setelah pertandingan antara Indonesia dan Bahrain.

Keputusan-keputusan yang diambil oleh Al-Kaf selama pertandingan Indonesia vs Bahrain tersebut dinilai kontroversial oleh banyak pihak, terutama dari pendukung tim Indonesia.

Salah satu momen paling kontroversial adalah saat perpanjangan waktu yang diberikan oleh wasit di penghujung pertandingan.

Banyak yang beranggapan bahwa durasi tambahan waktu tersebut tidak masuk akal dan menguntungkan tim lawan.

Keputusan ini memicu kemarahan para penggemar sepak bola Indonesia, yang merasa bahwa tim mereka dirugikan.

Menanggapi insiden ini, Ketua Umum JWI (Jajaran Wartawan Indonesia), S. Ramadhan DJamil, SH., mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit.

Baca Juga  Mega Bintang Sepakbola ini akan Bersinar Hingga Piala Dunia 2026, CR7 Pecahkan Rekor 41 Gol dan Messi 60 Rekor Assist

“Saya sangat menyayangkan keputusan yang diambil oleh wasit Al-Kaf dari Oman ini. Keputusan tersebut sangat merugikan tim Indonesia dan mencederai prinsip fair play dalam sepak bola. Kami berharap ada tindakan tegas dari FIFA untuk meninjau kinerja wasit yang dinilai tidak profesional ini,” ujarnya.

Sejumlah pengamat dan media sosial juga menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan wasit, menuduh adanya indikasi kecurangan dalam pertandingan tersebut.

Mereka mendesak FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) untuk meninjau kembali kepemimpinan wasit dalam pertandingan penting seperti ini.

Tuntutan agar FIFA mengambil tindakan tegas terhadap wasit Ahmed Al-Kaf menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola.

Mereka berharap agar keputusan-keputusan yang tidak adil ini tidak merusak integritas dan sportivitas dalam sepak bola, terutama di ajang internasional seperti Kualifikasi Piala Dunia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *