KITAINDONESIASATU.COM – Kasus pelemparan batu bus pemain Persik Kediri kini menjadi perhatian serius pihak kepolisian di Kabupaten Malang, Minggu (11/5/2025) malam.
Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengatakan aparat kepolisian telah mendalami rekaman CCTV dan keterangan dari para saksi di sekitar lokasi kejadian.
Polres Malang langsung melakukan upara penyelidikan dan pengejaran terjada pelaku pelempara bus pemain Persik yang mengalami pecah kaca bagian samping kiri.
Akibat kejadian ini pelatih Persik Divaldo Alves dan asisten pelatih Antonio mengalami luka ringan di bagian kepala terkena pecahan kaca bus.
“Kami langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Kami pastikan proses hukum akan ditegakkan terhadap siapa pun yang terlibat dalam tindakan tersebut,” kata AKBP Danan Setiyo kepada wartawan di Malang.
Seperti kita ketahui peristiwa tidak menyenangkan dialami bus yang mengangkut tim Persik Kediri saat menuju hotel penginapan mereka dilempar batu di tengah jalan.
Peristiwa itu terjadi setelah Persik menjalani laga melawan Arema FC dengan skor 0-3, yang benar-benar membuat malu Arema FC di hadapan pendukungnya.
Akibat peristiwa itu pelatih tim Arema Divaldo Alves terkenah serpihan kaca akibat lemparan batu diduga dari oknum suporter Aremania yang marah atas kekalahan timnya.
Peristiwa ini membuat keprihatinan Manajer Tim Persik Kediri, Mochamad Syahid Nur Ichsan yang menimpa bus tim, pada hal dalam laga berjalan aman dan lancar.
Insiden kemenangan Persik Kediri di dalam Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang yang tidak ada masalah di dalam stadion, namun berbeda saat berada di luar stadion.
Syahid sendiri juga mengaku tidak tahun yang melakukan pelempara itu yang di luar oknum atau apa, hingga terjadi insiden kaca mobil pecah.
Insiden ini sekaligus mencoreng kesusksesan laga perdana pasca terjadinnya tragedi kanjuruhan yang terjadi 1 Oktober 2022, praktis stadion tidak digunakan.
Secara terpihak ketua Local Organizing Committee yang juga Panpel Arema FC, Erwin Hardiono menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa itu kepada Persik Kediri.
Erwin mengaku prihatin dan sangat menyel ata terjadinya peristiwa yang tidak terpiji menimpa bus yang dikendarai tim tamu yang bermain di kandang Singo Edan.
Erwin mengatakan pelemparan batu itu terjadi di luar area Stadion Kanjuruhan, tepatnya di ruas jalan yang dilalui bus tim Persik Kediri saat menuju penginapan ke Kota Malang.
Beruntung peristiwa itu tidak menimbulkan kerugian dari pemain seperti cedera atau luka-luka berat ke[ada pemain maupun official tim Persik Kediri.
Namun akibat kejadian ini pelatih Persik Divaldo Alves dan asisten pelatih Antonio mengalami luka ringan di bagian kepala terkena pecahan kaca bus. **


