KITAINDONESIASATU.COM – Patrick Kluivert mengungkapkan bagaimana awal mula komunikasi intensifnya dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dimulai.
Momen tersebut terjadi saat Piala Asia 2023, di mana Timnas Indonesia mencetak sejarah dengan lolos ke babak 16 besar.
Kluivert menceritakan bahwa ia bertemu Erick Thohir di salah satu pertandingan timnas Indonesia.
BACA JUGA : Kapan Patrick Kluivert Resmi Latih Timnas Indonesia? Simak Sepak Terjangnya
“Saya berada di sana berama manajer saya, Soufian Asafiati dalam sebuah pertandingan timnas Indonesia, kami berbincang dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sejak itu, kami terus berkomunikasi,” ucap Kluivert dikutip dari De Telegraaf.
Namun, perbincangan awal tersebut tidak terkait dengan rencana Kluivert menjadi pelatih Timnas Indonesia, karena pada saat itu skuad Garuda masih ditangani oleh Shin Tae-yong.
Kini, setelah pengumuman resmi dari PSSI, Patrick Kluivert akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia.
Tantangan besar telah menantinya, termasuk mempersiapkan skuad Garuda untuk menghadapi Australia dan Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret 2025.
Kluivert memulai karier kepelatihannya pada 2008 sebagai pelatih penyerang AZ Alkmaar.
Sebagian besar kariernya dihabiskan sebagai asisten pelatih dan pelatih tim junior. Kluivert baru mendapat peran pelatih kepala di Timnas Curacao (2015-2016, 2021) dan Adana Demirspor (2023).
Dalam total 34 laga tim senior yang ia tangani, Kluivert memiliki persentase kemenangan 35,29% dengan rasio gol-kebobolan lebih tinggi, yakni 1,47.
Karier Mentereng Patrick Kluivert
Karier kepelatihan Kluivert dimulai di FC Twente U21 (2011–2013).
Namun, kiprahnya sebagai pelatih tim senior belum secerah kariernya sebagai pemain. Statistik menunjukkan bahwa dari total 34 pertandingan sebagai pelatih klub dan tim nasional, ia mencatat 12 kemenangan, 10 seri, dan 12 kekalahan, dengan persentase kemenangan 35,29 persen.
Berikut statistik Patrick Kluivert saat menjadi pelatih tim senior:
Adana Demirspor, 20 pertandingan (8 menang, 6 seri, 6 kalah)
Timnas Curacao, 8 pertandingan (3 menang, 2 seri, 3 kalah)
Timnas Curacao, caretaker 6 pertandingan (1 menang, 2 seri, 3 kalah)
Salah satu pencapaiannya adalah membawa Timnas Curacao ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF, meskipun ia belum berhasil mempersembahkan trofi sepanjang karier kepelatihannya.


