Sepakbola

Pasca Kekalahan Liverpool atas Crystal Palace 0-3 Ada Strategi yang Memicu Kemarahan Suporter

×

Pasca Kekalahan Liverpool atas Crystal Palace 0-3 Ada Strategi yang Memicu Kemarahan Suporter

Sebarkan artikel ini
liverpool 1
Pelatih Liverpool Arne Slot memberi instruk kepada pemain muda Liverpool saat melawan Crytal Palace hingga menelan kekalahan 0-3 di kandang sendiri. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Klub asal Inggris Liverpool mengalami masa krisis yang semakin dalam setelah kekalahan di kandang sendiri atas Crystal Palace 0-3 babak ke-4 Carabao Cup 2025/2026, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB.

Sumber Opta menyebut untuk pertama kalinya sejak Februari 1934 Liverpool kalah di pertandingan piala domestik Anfield dengan selisih 3 gol tanpa balas.

Bahkan di ajang Piala F Liverpool kalah dengan skor 0-3 melawan Bolton Wanderers hingga statistik terus memburuk sejak 27 September 2025 Liverpool menelakan kekalahan sebanyak 6 kali di semua kompetisi di 5 liga top Eropa dalam periode tersebut.

Satunya kemenangan The Red diajang Liga Champion saat itu melawan Eintracht Frankfurt 5-1 satu-satunya secercah harapan dan sinar terang di tengah kegelapan Liverpool.

Baca Juga  Skor Akhir Liverpool vs Brighton, The Reds Mainkan Tempo Tinggi

Masa krisis Liverpool hingga sekarang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, kini, pelatih Arne Slot punya alasan untuk mengkhawatirkan masa depan Liverpool, dan jika ia tidak dapat menghidupkan kembali.

The Red menyebut ia bisa menjadi pelatih pertama di 6 besar Liga Premier League yang menerima surat pemecatan.

Sejauh ini Arne Slot sudah mengetahui dimana letak masalahnya tim, namun ia belum menemukan solusinya sejak Liverpool tumbang 2-3 dari Vrentford dan kini kembali dihabisi Crystal Palace 0-3.

Hari-hari menyedihkan Liverpool nampaknya terus berlanjut setelah dihajar tanpa balas Cystal Palace hingga The Red harus tersingkir dari Liga Carabao 2025/2026 dan ini merupakan kekalahan ke-4 Liverpool secara berturut-turut tim ini dari Crytal Palace.

Diperkirakan kris ini benar-benar menyebar di Anfield dan tiga pertandingan berikutnya yang harus dijalani Liverpool yakni melawan Aston Villa, Real Madrid, Man City menjadi lawan berat tiga laga berikutnya.

Baca Juga  Setelah Max Dowman kini Arsenal Miliki Luis Munoz Menunggu Aksinya di Emirates

Skuad Liverpool melawan Crystal Palace hampir seluruhnya terdiri dari pemain cadangan dan pemain akademi, jadi kekalahan dari Crystal Palace bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi pemerhati sepakbola termasuk para suporter.

Hal ini juga tidak mengejutkan dari susunan pemain inti saja sudah cukup memberi jawab akan krisis yang dihadapi Liverpool dengan kekalahan bertubi-tubu dalam 6 laga terakhirnya.

Arne Slot hanya memasang 4 pemain utama saat menghadapi Crystal Palace sisanya adalah pemain cadangan dan pemain muda, meski demikian dibangku cadangan Liverpool hampur tidak ada bintang utama.

Sementara nama-nama yang didaftarkan oleh pelatih Arne Slot dalam laga itu untuk duduk dibangku cadangan adalah para pemain akademi, kebanyakan mengenakan nomor punggung 9.

Baca Juga  Skor Akhir Liverpool vs Southampton Carabao Cup, Isak Cetak Gol Pertama

Namun sisi positifnya dalam laga itu para pemain berusaha keras memberikan perlawanan tanpa lelah sebagai tuan rumah, bahkan Arne Slot juga mengubah formasi permainan menjadi 4-4-3 yang selama ini jarang digunakan, hingga menjelang akhir babak pertama Liverpool tampil cukup baik.

Atas situasi dengan formasi permainan seperti ini, apa yang sebenarnya lakukan oleh pelatih Arne Slot juga belum jelas dan tidak bisa dipahami, sehingga Liverpool sedang tidak dalam performa yang terbaik.

Hal ini memicu kemarahan di kalangan penggemar setelah pertandingan, The Guardian banyak pembaca membanjiri artikel pascapertandingan dengan komentar bahwa Slot tidak berbeda dengan memaksa para pemain muda untuk merasakan penderitaan yang sama seperti performa buruk seluruh tim.

Jika Liverpool bermain bagus di Liga Primer atau Liga Champions, itu tidak akan menjadi masalah, tetapi tim muda Slot harus bermain di depan 60.000 penonton yang terdiam, kesal dengan cara tim bermain. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *