Hanya berselang empat hari setelah menaklukkan FC Seoul di Korea Selatan pada 16 September, para pemain harus segera melakukan pemulihan fisik dan mental untuk menghadapi atmosfer intimidatif di Jepara.
Lemos Siap Pertahankan Identitas Permainan
Di sisi lain, pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, yang kembali ditunjuk menangani tim usai start buruk di awal musim, memberikan apresiasi tinggi terhadap evolusi kekuatan Persib.
Menurut Lemos, kualitas Maung Bandung tahun ini jauh lebih mengerikan dibandingkan musim lalu.
“Persib jelas lebih kuat dari musim sebelumnya. Mereka mempertahankan inti skuad, merekrut pemain berkelas seperti Mariano Peralta, serta memiliki mentalitas juara setelah tiga kali berturut-turut menjuarai liga,” analisis Lemos, seraya menyinggung kedatangan winger anyar asal Argentina tersebut yang dikontrak hingga 2028.
“Kemenangan mereka di Korea Selatan juga pasti menambah kepercayaan diri yang besar.”
Meski menyadari kualitas lawan, Lemos menegaskan bahwa Persijap tidak akan bermain defensif atau mengubah karakter permainan mereka hanya karena menghadapi raksasa Jawa Barat.
“Kami berada di Jepara, dan kami harus memainkan sepak bola khas Persijap. Kami akan sangat menghormati Persib, tetapi kami tetap akan mengeksekusi gaya permainan kami sendiri,” pungkas Lemos.






