KITAINDONESIASATU.COM – Atmosfer panas bakal pecah di stadion legendaris La Bombonera. Timnas Argentina dijadwalkan menjamu Timnas Mauritania dalam laga uji coba yang bukan sekadar formalitas.
Pelatih Lionel Scaloni dipaksa memutar otak di tengah badai cedera yang menghantam skuadnya. Sejumlah bintang utama seperti Lautaro Martinez, Giovani Lo Celso, hingga Juan Foyth harus menepi. Situasi makin pelik setelah Gonzalo Montiel dan Leonardo Balerdi ikut tumbang.
Namun di balik krisis ini, peluang emas terbuka bagi talenta muda. Nama-nama seperti Franco Mastantuono dan Joaquin Panichelli siap mencuri perhatian—ini panggung pembuktian mereka.
Yang paling menyita perhatian? Ini bisa jadi salah satu penampilan terakhir Lionel Messi di depan publik Buenos Aires. Sang mega bintang berusia 38 tahun tetap dipanggil dan diprediksi turun sejak awal—membawa aura emosional yang sulit tergantikan.
Messi datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menorehkan rekor 900 gol sepanjang kariernya. Menghadapi lawan yang secara peringkat jauh di bawah, Argentina diprediksi akan tampil dominan sejak menit pertama.
Awalnya, duel besar kontra Spanyol di Finalissima sempat dinanti. Namun situasi geopolitik membuat laga itu batal total. Sebagai gantinya, Asosiasi Sepak Bola Argentina memilih Mauritania dan Zambia sebagai lawan uji coba. (*)
