KITAINDONESIASATU.COM – Bintang sepakbola asal Argentina, diusia 38 tahun ini Lionel Messi terus membuktikan kelasnya ketika ia memenangkan Sepatu Emas MLS 2025, merupakan gelar individu pertamanya di AS sejak bergabung dengan Inter Miami.
Di laga musim terakhir di MLS, Messi tampil gemilang dengan mencetak hattrick saat melawan Nashville dengan skor 5-2, tiga gol ini membantu superstar Argentina tersebut menutup musim dengan 29 gol.
Perolehan 29 gol Messi ini melampaui dua pemain yang menjadi kompetitornya yakni dalam mencetak gol terbanyak antara lain Denis Bouanaga (Los Angeles FC) dan Sam Surridge (Nashville) masing-masing dengan 24 gol.
Selain mampu menciptakan 29 gol bersama Inter Miami di MLS, Messi ternyata juga masih menyumbangkan 18 assist selama musim kompetisi itu hingga membuahkan gol dari rekan satu tim di Inter Miami.
Ini merupakan musim ketiga Messi di AS dan pertama kalinya ia mencapai performa eksplosif sejak meninggalkan kompetisi sepakbola di Benua Eropa.
Pada musim pertamanya di tahun 2023, Messi hanya mencetak 1 gol dalam 6 pertandingan karena cedera dan waktu integrasi.
Kemudian pada musim 2024, ia mencetak 20 gol dan tertinggal dari mantan rekan setimnya Luis Suárez dalam perebutan Sepatu Emas.
Memasuki musim 2025, Messi mencapai puncaknya dengan 29 gol dan 18 assist, kini ia menjadi jantung gaya menyerang Inter Miami.
Statistik juga menunjukkan bahwa Messi hanya tertinggal 1 assist dari pemain teratas, Anders Dreyer (San Diego) – hal ini menjadikannya kandidat utama untuk gelar Pemain Terbaik MLS 2025 (MVP).
Performa gemilang Messi membantu Inter Miami menyelesaikan musim di posisi ke-3 Wilayah Timur, sehingga meraih tempat di babak playoff untuk kejuaraan Piala MLS.
Di babak pertama playoff, pelatih Gerardo Martino dan timnya akan bertemu Nashville – lawan yang baru saja mereka kalahkan di pertandingan final.
Tak hanya membantu Inter Miami berkembang, Messi juga mengirimkan pesan kuat tentang kemampuannya untuk terus bermain bagi Argentina di Piala Dunia 2026.
Dengan performa dan pengaruhnya saat ini, El Pulga menunjukkan bahwa ia masih menjadi faktor tak tergantikan dalam perjalanan Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.
Para pakar mengatakan bahwa Sepatu Emas MLS merupakan tonggak istimewa dalam karier Messi – seorang pemain yang telah memenangkan gelar serupa di La Liga (8 kali) dan Ligue 1 (1 kali).
Di AS, ia tidak hanya terus menciptakan daya tarik besar bagi turnamen ini, tetapi juga berkontribusi dalam mengangkat posisi MLS di peta sepak bola dunia. **


