KITAINDONESIASATU.COM – Klub Leicester City dipastikan tetap menerima sanksi pengurangan enam poin setelah upaya banding yang diajukan tidak dikabulkan.
Hukuman tersebut sebelumnya dijatuhkan akibat pelanggaran aturan keuangan yang diatur oleh English Football League.
Keputusan ini mempertegas hasil sidang komisi independen yang telah menetapkan pengurangan poin untuk musim berjalan. Dampaknya, posisi Leicester di klasemen semakin tertekan dan kini berada di zona degradasi dengan selisih tipis dari batas aman.
Dampak Sanksi Leicester City dan Performa Tim Menurun
Kasus ini berawal dari dugaan pelanggaran aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) pada musim 2023/2024. Setelah proses investigasi, klub dinyatakan melampaui batas kerugian yang diperbolehkan dalam periode tertentu, meski sempat memperdebatkan metode perhitungan waktu pelaporan.
Meski periode penilaian akhirnya disesuaikan, hasil evaluasi tetap menunjukkan bahwa klub melampaui batas pengeluaran yang ditetapkan. Hal ini menjadi dasar kuat bagi otoritas liga untuk menjatuhkan sanksi.
Sejak pengurangan poin diberlakukan, performa Leicester terus menurun. Tim berjuluk The Foxes itu kesulitan meraih kemenangan dan kini menghadapi tekanan besar dalam upaya bertahan di kompetisi.
Dengan lima pertandingan tersisa, klub memilih fokus pada laga-laga akhir musim untuk menentukan nasib mereka, sambil berharap dukungan penuh dari para suporter di tengah situasi sulit.(*)
