Namun, dalam praktiknya, mereka justru dipulangkan sekitar dua jam lebih awal dari rencana.
Berbicara soal pertandingan, Genk tampil lebih dominan, meski hasil akhir sangat dipengaruhi dua keputusan kontroversial dari wasit Robert Hennessy.
Utrecht sendiri sudah memastikan tak memiliki peluang lolos ke fase berikutnya setelah hanya sekali meraih hasil imbang dan sisanya kalah di fase grup.
Babak pertama berjalan minim peluang. Ancaman berarti datang dari gelandang Genk, Daan Heymans, sementara Utrecht hanya mengandalkan dua tembakan jarak jauh Can Bozdogan.
Gol pembuka Genk tercipta pada menit ke-54 lewat sepakan Zakaria El Ouahdi setelah situasi sepak pojok. Meski arah bola mengarah ke kiper Michael Brouwer, gangguan dari pemain Utrecht dan posisi offside Mujaid Sadick tak membuat VAR membatalkan gol tersebut.
Kontroversi berlanjut di menit ke-83 ketika Genk mendapat hadiah penalti. Konstantinos Karetsas terjatuh usai kontak dengan Sofian El Karouani, meski tayangan ulang menunjukkan kontak justru diawali Karetsas. Penalti tetap disahkan dan dieksekusi Heymans untuk mengunci kemenangan tim tamu.

