“Manchester adalah rumah. Anak-anak saya lahir di sini. Saya datang ke sini bersama Michele (istri saya) dan tak pernah menyangka akan bertahan selama 10 tahun. Kami telah memenangkan segalanya bersama. Saya hanya ingin bermain dengan kreativitas dan semangat. Saya ingin semua orang menikmati sepak bola seperti saya.”
Ia juga menambahkan bahwa dukungan yang ia terima selama ini telah membantunya menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri—baik sebagai pemain maupun pribadi.
Gagal Cetak Gol, Tapi Tetap Ikonik
Laga perpisahan itu hampir lebih sempurna lagi jika tembakannya di babak pertama tidak mengenai mistar gawang. Ia sempat bercanda soal momen tersebut:
“Itu mengerikan. Anak saya pasti akan mengkritik saya habis-habisan malam ini. Tapi itulah hidup dan sepak bola—ada pasang surutnya. Yang penting adalah menikmati setiap momen.”
Meski tak mencetak gol, De Bruyne meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Manchester City dan Premier League.
Dari pengatur serangan menjadi ikon klub, perjalanannya bersama The Citizens telah melahirkan momen-momen emas dan inspiratif. Perpisahannya di Etihad bukanlah akhir, tetapi babak baru dalam kisah panjang sang maestro.
Pindah ke mana?
Ya, Kevin De Bruyne dipastikan akan meninggalkan Manchester City setelah kontraknya berakhir pada akhir musim 2024/2025.
Tetapi, hingga saat ini, De Bruyne belum mengumumkan klub barunya secara resmi. Ia baru mengonfirmasi sedang berkomunikasi dengan beberapa klub dan terbuka untuk berbagai kemungkinan, baik di Inggris maupun luar negeri.
Liverpool disebut sebagai salah satu tujuan potensial, apalagi Mohamed Salah sempat mengisyaratkan bahwa klub tersebut menyiapkan tempat untuk De Bruyne.


