Sepakbola

Kemenangan di Depan Mata Hilang, Hjulmand Ungkap Kekecewaan Besar Leverkusen

×

Kemenangan di Depan Mata Hilang, Hjulmand Ungkap Kekecewaan Besar Leverkusen

Sebarkan artikel ini
Kasper
Pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand. (Dok. France24)

KITAINDONESIASATU.COM – Duel panas babak 16 besar UEFA Champions League antara Bayer Leverkusen dan Arsenal menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu tuan rumah. Pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah timnya gagal mengunci kemenangan pada leg pertama di BayArena, Rabu (11/6) waktu setempat.

Leverkusen sebenarnya tampil dominan dan sempat berada di atas angin sepanjang pertandingan. Namun kemenangan yang sudah di depan mata buyar pada detik-detik akhir setelah Arsenal mencetak gol penyeimbang dramatis.

Hjulmand mengaku perasaannya kini campur aduk. Di satu sisi ia bangga dengan performa anak asuhnya yang mampu menekan tim besar seperti Arsenal, namun di sisi lain ia sangat kecewa karena kemenangan yang hampir diraih akhirnya terlepas begitu saja.

“Kami bermain sangat baik dan hampir tidak memberi peluang kepada lawan. Kami aktif, agresif, dan sangat nyaman menguasai bola. Itu mungkin salah satu penampilan terbaik kami melawan tim papan atas. Tapi tentu saja sangat menyakitkan karena hasil akhirnya hanya 1-1,” ujar Hjulmand.

Pada laga tersebut, Leverkusen lebih dulu memimpin lewat gol dari gelandang pekerja keras Robert Andrich. Stadion BayArena sempat bergemuruh saat tuan rumah unggul dan terlihat berada di jalur kemenangan.

Namun drama terjadi di menit-menit akhir. Arsenal berhasil mencuri gol penyama kedudukan lewat aksi Kai Havertz yang memanfaatkan celah pertahanan Leverkusen, membuat skor berubah menjadi 1-1 hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal menang, Hjulmand menegaskan timnya belum menyerah. Ia justru menilai Arsenal kini berada dalam tekanan menjelang leg kedua yang akan digelar di London.

“Kami akan datang ke London dengan kepercayaan diri tinggi. Arsenal berada di bawah tekanan besar sekarang. Kami menantikan laga itu dan ingin menciptakan kejutan,” tegasnya.

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus bertarung habis-habisan pada leg kedua. Siapa pun yang mampu meraih kemenangan, dengan skor berapa pun, akan memastikan tiket ke perempat final Liga Champions.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh Andrich. Sang pencetak gol mengakui performa timnya sangat baik, tetapi hasil akhir terasa pahit karena mereka seharusnya bisa menang di kandang sendiri.

“Saya meninggalkan pertandingan ini dengan perasaan campur aduk. Kami bermain bagus, tapi sebenarnya kami pantas menang. Sekarang mereka mungkin sedikit lebih santai di leg kedua,” ujar Andrich.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Leverkusen masih menyimpan keyakinan besar untuk membuat kejutan di kandang Arsenal nanti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *