Grafström menekankan bahwa FIFA akan terus mengawasi dan berkoordinasi dengan negara-negara tuan rumah Piala Dunia terkait posisi Iran.
Langkah ini diambil agar jika benar Iran mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026, maka dampak terhadap jadwal dan format kompetisi akibat pemboman bisa diminimalisir.
Perlu diketahui, Iran sebenarnya telah lolos ke Piala Dunia untuk keempat kalinya secara berturut-turut, dan dijadwalkan berlaga di babak penyisihan grup yang digelar di tanah AS.
Mereka akan menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir dalam grup yang kini dipenuhi ketidakpastian, terutama jika Iran mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 akibat ketegangan geopolitik pasca pemboman.
Sebagai informasi tambahan, jadwal pertandingan Iran di babak grup Piala Dunia 2026 rencananya akan dimulai pada Juni 2026, namun status kepastian partisipasi mereka masih bergantung pada perkembangan situasi keamanan terkait pemboman.
Jika benar Iran mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA dikabarkan telah menyiapkan skenario cadangan untuk mengisi kekosongan slot tersebut akibat dampak pemboman.***


