SepakbolaSport

Irak vs Indonesia: Media Arab Sebut ‘Saddam Menuju Piala Dunia 2026’, Graham Arnold Siapkan Serangan Mematikan!

×

Irak vs Indonesia: Media Arab Sebut ‘Saddam Menuju Piala Dunia 2026’, Graham Arnold Siapkan Serangan Mematikan!

Sebarkan artikel ini
Timnas Irak
Timnas Irak (Ist)

Eks pelatih timnas Irak, Akram Ahmed Salman, mengingatkan bahwa Indonesia kini jauh lebih kuat dibanding edisi sebelumnya. Menurutnya, proses naturalisasi sejumlah pemain membuat tim Garuda lebih kompetitif di kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski kalah 2-3 dari Arab Saudi, Indonesia dinilai tampil penuh semangat dan mampu menciptakan banyak peluang.

Namun Salman juga menyoroti minimnya waktu persiapan Lions of Mesopotamia jelang laga penting Irak vs Indonesia. Menurutnya, uji coba di Piala Raja Thailand belum cukup, apalagi jika dibandingkan dengan persiapan panjang yang dilakukan Indonesia dan Arab Saudi. Ia menegaskan, Arnold butuh lebih banyak waktu membangun sinergi antar pemain agar gaya kepelatihannya benar-benar terserap dengan baik.

Bagi Arnold, duel Irak vs Indonesia akan menjadi pertandingan kelima bersama Lions of Mesopotamia. Sebelumnya, ia mencatat kemenangan atas Yordania (1-0), Hong Kong (2-1), dan Thailand (1-0), serta kekalahan dari Korea Selatan (0-2). Catatan positif ini menjadi modal penting untuk menjaga peluang menuju Piala Dunia 2026.

Sementara itu, mantan pemain timnas Irak, Saad Qais, menegaskan pentingnya fokus dan konsentrasi tinggi dalam laga Irak vs Indonesia. Ia menekankan bahwa kemenangan dengan selisih dua gol akan sangat berarti karena dapat memberi keunggulan strategis menjelang duel melawan Arab Saudi. Lions of Mesopotamia diharapkan mampu menjaga clean sheet dan bermain tanpa tekanan berlebihan.

Untuk menjaga fokus para pemain, Federasi Sepak Bola Irak bahkan menutup akses media di kamp latihan Lions of Mesopotamia di Jeddah. Langkah ini dilakukan agar skuad tetap tenang dan siap tampil maksimal saat menghadapi Indonesia — laga yang disebut sebagai pintu utama menuju Piala Dunia 2026.

Saad Qais yang pernah membela Irak selama delapan tahun (1987–1995) juga menekankan pentingnya disiplin dan pengendalian emosi di lapangan. Ia meminta agar pemain Irak tidak terpengaruh keputusan wasit dan memanfaatkan kelemahan fisik Indonesia yang sudah terkuras setelah melawan Arab Saudi selama 110 menit.

Menurut Qais, situasi teknis dan psikologis Lions of Mesopotamia kini lebih stabil dibanding era pelatih sebelumnya, Jesús Casas. Ia memuji Graham Arnold yang mampu mengembalikan semangat dan mental juang para pemain, faktor penting jika Irak ingin mengulang sejarah tampil di Piala Dunia 2026, setelah terakhir kali tampil di Meksiko 1986.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *