Media lainnya, Get French Football News, memberi Messi nilai 6/10, seraya menambahkan:
“Messi membuat beberapa umpan luar biasa. Meski tak lagi sebrilian dulu, momen-momen magis masih terlihat. Yang membatasi pengaruhnya hanyalah kurangnya dukungan dari rekan setimnya.”
Sementara MaxiFoot juga menilai bahwa Messi sebenarnya sempat nyaris mencetak gol melalui sundulan di babak kedua, meski gagal mengubah skor. Mereka menyayangkan Messi tak mendapatkan cukup ruang dan opsi serangan untuk menunjukkan taringnya secara maksimal.
Cinta yang Tak Pernah Luntur
Messi memang memiliki sejarah yang kompleks bersama PSG. Meski memenangkan dua gelar Ligue 1 selama 2021–2023, ia gagal mewujudkan ambisi utama klub: juara Liga Champions.
Namun, kecintaan publik Prancis terhadap Messi tak luntur. Meski sempat dikritik saat di PSG, kini Messi justru kembali dihormati—bahkan saat datang sebagai lawan.
Kesimpulannya, meskipun Inter Miami tersingkir dari Piala Dunia Antarklub, Messi kembali membuktikan bahwa ia bukan pemain biasa. Dengan sentuhan dan visi bermainnya, ia tetap menjadi bintang yang tak pernah redup.
Terlepas dari usia dan tekanan, Lionel Messi masih mampu menciptakan momen magis yang membuat dunia menahan napas—termasuk mereka yang dulu sempat mengkritiknya.***

