KITAINDONESIASATU.COM – Patrick Kluivert disebut sudah deal untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia selama 2 tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun.
Kabar tersebut dibagikan oleh ahli transfer internasional, Fabrizio Romano melalui akun media sosialnya.
Akan tetapi, banyak warganet yang masih ragu dengan kehadiran dari Kluivert menjadi juru taktik Timnas Indonesia, meskipun karir saat masih jadi pemain bisa dibilang top, pernah membela Barcelona hingga AC Milan.
Karir kepelatihannya masih banyak dipertayankan, karena ia masih belum menunjukan kapabilitasnya.
Meskipun sebenarnya pengalaman internasionalnya memang bisa dibilang cukup baik dengan pernah menjadi pelatih Belanda di kelas umur.
Pernah menjadi asisten dari Louis van Gaal di timnas Belanda dan kebanyakan ia sudah menjadi asisten untuk beberapa pelatih ternama lainnya.
- Skema Pembiayaan KUR, Primkoppol dan CSR Polda Jabar jadi Acuan Program Ketahanan Nasional
- Arema FC Menghadapi Laga Berat di Banten International Stadium Melawan Persita Tangerang
- Copet Beraksi di TransJakarta Koridor 1! Wanita Kehilangan iPhone 17 Pro Max Belasan Juta!
- Program Prabowo Bergerak, Jembatan Baru di Bogor Selatan Jadi Harapan Warga
- DPRD DKI Bentuk Pansus, Janji Bongkar Masalah Sampah Jakarta
Terakhir kali ia melatih negara adalah menjadi pelatih interim timnas Curacao tahun 2021 dan sebelumnya telah menjadi pelatih kepala pada tahun 2015.
Prestasi terbaiknya adalah membantu Curacao lolos Piala Karibia 2017 dan juga Piala Emas Concacaf 2017.
Sepertinya pengalaman diatas menjadi salah satu alasan PSSI menunjuk Patrick Kluivert untuk menjadi pelatih kepala di Timnas Indoenesia.
Namun bisakan ia, menyelesaikan tantangan cukup berat untuk Timnas Indonesia ? karena ada setidaknya 4 harapan yang harus dipenuhi,
1. Meningkatkan peringkat FIFA Timnas Indonesia
2. Memenuhi target lolos Piala Dunia 2026
3. Mengembangkan pemain muda Indonesia
4. Membangun tim yang solid dan kompak
Dari target diatas sepertinya semua tantangan berat harus dilalui oleh Kluivert. Apakah Kluivert mampu dan membungkam warganet ? kita lihat selama dua tahun kedepan.


