KITAINDONESIASATU.COM- Keputusan wasit kembali menjadi sorotan panas di BRI Super League. Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan wasit Aidil Azmi usai gol timnya dianulir dalam laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (2/2).
Gol yang dicetak Carlos Franca pada menit ke-58 awalnya sempat membuat kubu Persijap berharap. Namun euforia itu seketika sirna setelah wasit membatalkan gol tersebut dengan alasan offside.
“Itu bukan offside. Saya sudah tidak bisa komentar lagi. Golnya disahkan, lalu tiba-tiba dianulir. Saya benar-benar tidak paham,” ujar Divaldo dengan nada kecewa.
Gol tersebut dibatalkan karena pengumpan terakhir, Iker Guarrotxena, dinilai lebih dulu berada di posisi offside. Keputusan itu membuat Persijap yang sudah tertinggal 1-0 sejak menit ke-36 gagal menyamakan skor hingga peluit panjang berbunyi. Arema FC pun sukses mempertahankan kemenangan tipis.
Tak hanya soal offside, Divaldo juga menyoroti kerapnya peluit wasit menghentikan alur serangan Persijap. Menurutnya, beberapa keputusan pelanggaran dinilai terlalu mudah diberikan kepada Arema FC saat timnya tengah membangun tekanan.
Ia menilai laga tersebut seharusnya bisa berakhir lebih adil, minimal dengan skor imbang 0-0 atau 1-1, sehingga Persijap masih bisa membawa pulang satu poin dari Malang.
“Kalau bicara permainan, kedua tim bermain sportif dan sama-sama tampil bagus,” tambahnya.
Di sisi lain, pemain Persijap Wahyudi Hamisi menyebut kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting jelang laga krusial berikutnya. Persijap kini harus segera bangkit saat menjamu Madura United di kandang sendiri.
Hasil negatif di markas Arema semakin menambah tekanan bagi tim berjuluk Laskar Kalinyamat, yang kini terperosok ke peringkat 17 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Persijap baru mengoleksi 12 poin dari tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan sudah menelan 12 kekalahan, situasi yang membuat ancaman degradasi semakin nyata. (*)


