KITAINDONESIASATU.COM – Meskipun Erling Haaland gagal mengeksekusi dua tendangan penalti saat tim negaranya Norwegia melawan Israel, tetap bermain cantik di laga Minggu, 12 Oktober 2025.
Penyerang jangkung dari klub Man City Inggris ini, tidak menghentikan bermain bagus untuk mencetak tiga gol dan membantu Norwegia menang 5-0.
Meski demikian pemain kelahiran 2000 ini memiliki kecepatan mencetak gol Haaland sungguh impresif, jika dibanding mega bintang sepakbola dunia Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Hingga saat ini Erling telah berhasil mencetak 51 gol untuk tim nasional Norwegia hanya dalam 46 penampilan, kemungkinan gol akan terus terjadi.
Berkat itu, striker yang saat ini memperkuat Man City ini menjadi pemain tercepat yang mencapai tonggak sejarah 50 gol bersama tim nasionalnya Norwegia.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Harry Kane yang membutuhkan 71 pertandingan untuk mencapai tonggak sejarah 50 gol untuk tim nasional Inggris.
Bahkan Ronaldo dan Messi adalah pencetak gol hebat bagi Portugal dan Argentina, namun, efisiensi mereka dalam mencetak 50 gol pertama untuk tim nasional jauh lebih rendah dibanding Haaland.
Secara spesifik, Ronaldo membutuhkan 114 pertandingan, sementara Messi membutuhkan 107 pertandingan untuk mencapai dalam mencetak 50 gol bagi tim nasionalnya.
Setelah kemenangannya melawan Israel kini Norwegia semakin dekat dengan tiket Piala Dunia 2026.
Mereka telah memimpin Grup I dengan 18 poin, unggul 6 poin dari Italia di posisi kedua, dengan hanya 3 pertandingan tersisa di babak kualifikasi.
Usai pertandingan, pelatih Israel, Ran Ben-Shimon, tak ragu memuji tim Norwegia, ia yakin Norwegia adalah salah satu dari dua tim terbaik di Eropa saat ini, bersama Spanyol yang membuat dirinya terkejut.
Sementara itu, pelatih Norwegia, Solbakken, mengatakan timnya akan sedikit merayakan kemenangan atas Israel dengan skor 5-0.
“Pujian dari Pelatih Ben-Shimon memang agak berlebihan, tapi kami menerimanya. Saya sangat gembira atas apa yang telah dicapai tim Norwegia. Penting untuk sedikit bersantai saat ini.”
“Pemain memang boleh minum terlalu banyak, tapi itu bagus untuk moral kami. Kami semua akan makan besar, dan saya bilang di ruang ganti bahwa hanya ada satu orang yang tidak akan keluar malam ini, dan itu hanya saya. Pemain dan staf lainnya boleh keluar dan menikmati kemenangan.” **
