Pelatih asal Italia itu juga menilai lini pertahanan Chelsea kurang sigap dalam mengantisipasi serangan lawan. Gol kedua Ipswich disebutnya terjadi karena kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
Mental petarung
Maresca mengaku memberikan instruksi tegas saat jeda pertandingan, menuntut respons positif dari para pemain.
Hasilnya langsung terlihat saat babak kedua baru berjalan 18 detik—Axel Tuanzebe mencetak gol bunuh diri yang memperkecil ketertinggalan.
Chelsea terus menekan hingga akhirnya Jadon Sancho mencetak gol penyeimbang di menit ke-79 lewat sepakan indah dari luar kotak penalti.
Meski tak mampu membalikkan keadaan, Maresca mengaku puas dengan reaksi timnya.
“Saya senang dengan mentalitas di babak kedua. Tapi kami harus lebih tajam di awal laga. Gol cepat bisa mengubah jalannya pertandingan secara keseluruhan,” jelasnya.
Maresca menegaskan pentingnya mempertahankan identitas permainan Chelsea.
Ia tak ingin timnya goyah hanya karena tekanan atau tertinggal lebih dulu.


